Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Menggeser Kebenaran dalam Pikiran

IMG_20191221_091038

Oleh Hasanuddin Atjo, Ketua Ispikani Sulteng

JADWAL Lion Air Palu-Makassar sejak bulan lalu diajukan 1 jam lebih awal dari 07.10 WITA ke 06.10 WITA. Realitasnya tetap saja ada yang tidak dapat berangkat karena terlambat ke Bandara meskipun sudah web chekin. Ini kembali lagi kepada bagaimana membangun kemampuan adaptasi terhadap sebuah perubahan.

Seperti biasa kembali mengetik di android dan teringat kejadian 35 tahun lalu. Di tahun 1985 diangkat menjadi tenaga Penyuluh Perikanan Spesialist ( PPS ) yang ditugaskan di Kabupaten Barru dan Pinrang Sulawesi Selatan. Saat itu jumlah sarjana S1 terbatas dan kurang berminat bertugas sebagai penyuluh di daerah. Diperparah lagi kondisi infrastruktur di saat itu tidak seperti sekarang, antara lain listrik PLN hanya menyala di malam hari sampai pukul 24.00.

Di akhir tahun 2015 mendapat pelatihan dari FAO project terkait peningkatan kompetensi dan kapasitas penyuluh dalam menyusun perencanaan untuk program pemberdayaan masyarakat. Salah satu senior expert FAO dalam pelatihan itu menyampaikan bahwa: Kebenaran itu sesungguhnya terdiri atas “Kebenaran dalam pikiran dan kebenaran dalam realitas”. Seorang penyuluh harus memiliki dua kebenaran itu dengan proporsi yang seimbang. Harapannya, yang bersangkutan dapat menyusun perencanaan pemberdayaan dengan sebisa mungkin. Karena itu seorang penyuluh dituntut untuk memperdalam teori dan memperbanyak ujicoba yang saat itu dikenal dengan istilah kaji terap. Ini lah yang hilang dalam program pemberdayaan. Tenaga-tenaga pendamping yang direkrut dalam sebuah program pemberdayaan dinilai belum memiliki kebenaran dalam pikiran dan realitas yang baik dan seimbang.

Sejumlah pengamat mengemukakan bahwa program pemberdayaan saat ini dinilai kurang sukses. Salah satu penyebabnya bahwa perencanaan yang disusun lebih berbasis pada kebenaran dalam pikiran. Basis kebenaran seperti itu kurang memiliki pengalaman terkait “social barier, market barier” terhadap pengembangan komoditas dalam rangka pemberdayaan.

Solusi yang dapat dipertimbangkan untuk meminimalkan masalah itu adalah pemberdayaan dengan pendekatan “Penta Helix” bahwa mulai dari perencanaan sampai dengan pengedalian melibatkan lima komponen yaitu pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media.

Pelaku usaha sukses bisa menjadi sumber informasi terkait inovasi dan bisnisnya dan seterusnya. Dan media bisa menjadi wasit bila ada unsur provokasi yang menjadi salah satu problem dalam pemberdayaan.

Kini juga program pemverdayaan itu harus berorientasi kepada transformasi digital dan tata ruang dalam rangka efisiensi dan keberlanjutan. Akhirnya kesemua ini bisa direalisasikan jikalau pengambil keputusan sudah berorientasi ke arah itu. Semoga.***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization