Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Di Permukaan Maupun di Dasar Idealnya Sama

IMG_20191221_091038

Oleh Hasanuddin Atjo (Ketua Ispikani Sulteng)

LION air  rute Palu-Makassar di Selasa pagi 24 Desember 2019 terbang lebih cepat dari jadwal. Bisa jadi karena jumlah penumpang tidak seberapa ditambah pesawat Batik Air Jakarta-Palu mendarat lebih pagi, sehingga Lion Air tidak harus menunggu.

Di Pesawat secara kebetulan berdampingan dengan seorang pelaku usaha asal Sulawesi Tengah. Topik diskusi awalnya ringan-ringan alias basa-basi. Namun di pertengahan perjalanan topik bergeser ke politik terutama Pilkada serentak 2020 untuk pemilihan kepala dan wakil kepala daerah.

Tiba-tiba sang pengusaha tadi bertanya. Pak Doktor, bagaimana menurut pandangan Bapak tentang kriteria pemimpin daerah ke depan, khususnya di Sulawesi Tengah? .

Sang pengusaha melanjutkan rangkaian pertanyaannya bahwa “ kita masyarakat dan pelaku usaha khususnya di daerah ini menginginkan pimpinan daerah yang bisa membawa perubahan terutama menekan angka kemiskinan, pengangguran yang masih tinggi serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Apalagi kita baru saja dilanda bencana dahsyat gempa beramplitudo 7.4 disusul  tsunami dan likuefaksi yang memporak-porandakan 
sejumlah infrastruktur dan sektor usaha masyarakat”.

Saya dengan sedikit serius mendengarkan celoteh sang pengusaha dan berkata dalam hati bahwa boleh juga wawasan sang pengusaha ini. Kemudian saya mengatakan kepadanya bahwa negeri ini membutuhkan pemimpin yang baik.
“Di permukaan maupun di dasar tetap sama,” demikian jawaban saya kepada pengusaha itu.
Sang pengusaha lantas menyerongkan sedikit badannya ke arah saya dan bertanya. “Maksudnya bagaimana pak Doktor? Saya belum begitu paham. Maklumlah kami hanya banyak berurusan dengan dunia usaha, kurang paham dunia politik”.

Saya kemudian mulai menjelaskan bahwa pemimpin itu tidak hanya mengurusi permasalahan yang terlihat di permukaan saja, tetapi dia harus mampu “menyelam “ ke dasar untuk mendapatkan akar masalah, kemudian membuat rancangan solusinya.

Kalau tidak maka daerah ini sulit menyesuaikan dengan Visi Indonesia Emas 2045, di mana pendapatan per kapita saat itu 23 ribu dolar US dibanding saat ini baru sekitar 4 ribu dolar US.

Selanjutnya saya menegaskan bahwa untuk itu diperlukan pasangan calon pemimpin daerah dengan kriteria memiliki kapasitas entepreuner, birokrat dan politisi. Artinya, pasangan itu berasal dari politisi, enterpreuner dan birokrat entepreuner. Kapasitas entepreuner pasangan ini harus lebih dominan karena kita harus mendorong investasi swasta.

Saya melanjutkan bahwa selain itu dibutuhkan pasangan figur yang adaptif dan  inovatif.  Adaptif karena pola pembangunan ke depan berbasis transformasi digital dan tata ruang.

Sang pengusaha manggut- manggut mendengar penjelasan saya lantas dia menimpali.  “Kalau begitu pasangan itu harus lengkap yaitu satu konseptor dan satu eksekutor,” ujar pengusaha itu.

Selanjutnya  saya katakan yes.., right….,.
Saya tambahkan lagi kalau tidak, bisa-bisa salah resep.  “Sakit kepala diberi obat sakit gigi”. Kami kemudian tertawa lepas.

Selanjutnya kami berkemas karena pesawat sudah landing tepat pukul 07.10 WITA. ***

 
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization