Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Berhenti Mengeluh, Perbaiki Pendapatan

Oleh: DR. Hasanuddin Atjo

REGULASI dan Non Regulasi dalam beberapa tahun terakhir telah dikeluhkan dan dikritisi oleh sejumlah masyarakat dan kalangan. Dari berpendapatan kecil sampai menengah. Dari yang berpendidikan terbatas sampai kepada yang lebih.

Regulasi itu dapat disebutkan antara lain dicabutnya subsidi BBM, gas elpiji 3 kg, subsidi listrik, sampai kepada naiknya iuran BPJS. Sedangkan contoh non regulasi adalah mahalnya harga tiket pesawat dan biaya logistik udara yang telah diatur oleh mekanisme pasar.

Mengahadapi situasi ini pemerintah serba salah karena di satu sisi harus membayar utang yang jatuh tempo , harus membangun infrastruktur dasar untuk mendorong daya saing. Sementara itu negeri ini juga diperhadapkan oleh angka pengangguran, kemiskinan dan ketimpangan yang masih tinggi. Ini sama dengan pepatah lama “bila subsidi dikurangi atau harga dinaikkan, mati mama, bila tidak dikurangi atau tidak dinaikkan mati papa”.

Mengeluh adalah sebuah kebiasaan dan realita yang masih sering kita hadapi atau jumpai. Saya teringat kejadian dua tahun yang lalu. Secara tidak sengaja bertemu teman lama di salah satu warung kopi.

Awalnya cerita datar-datar saja, dan dia menanyakan tentang kehidupan dan pekerjaan. Setelah itu yang bersangkutan mulai mengeluh tentang hidup yang makin susah, barang pada naik. Pokoknya semua serba susah. Saya biarkan dia ngoceh terus dan terakhir dia berkata agak serius. “ Hanya bapak dang yang bisa tolong pa kita”, ini motor so mo ditarik. So tiga bulan kita manunggak. Napa debt colector terus ba whatsapp, tapi tidak bisa ba balas, paket data juga so habis.

Saya tersenyum geli mendengar celotehnya dengan dialek khasnya. Jadi!, ngana pe mau bagaimana dang?. Ikuti aksen bahasa kawan itu. Bapak bantu jo pa kita terserah berapa-berapa!. Saya diam sejenak, pura-pura seperti berpikir keras.

Kemudian sengaja mengalihkan pembicaraan agar dia juga berpikir bahwa cari uang itu susah dan harus kerja keras. Karena saya perhatikan dia sudah tidak semangat dan hanya menjawab iya..iya… . Saya juga jadi iba dan berpikir mungkin benar dia memang lagi susah. Selanjutnya saya katakan.

OK kita bantu “ngana” separuh saja, sisanya ngana cari di tampa lain. Dan dia begitu ceria dan semangat kembali. Artinya prediksi saya memang dia lagi dikejar-kejar debt colector, meskipun kita tau itu prosedur ilegal.

Sebelum meninggalkan warkop, saya berpesan ke teman tadi, bahwa kalau ketemu lagi tidak boleh mengeluh lagi ya, sambil membayar kopi saya dan rombongan termasuk kopi yang bersangkutan.

Dia mengucapkan terimakasih dan masih sempat-sempatnya juga memuji ( ba pa tende, dialeg palu), “memang torang pe bos ini 24 karat” seng tidak ada lawan. Semua rombongan saya tertawa karena merasa lucu mendengar.

Kejadian seperti ini bukan hanya kali itu, tetapi beberapa kali di tempat berbeda. Kasusnya serupa tapi modus berbeda dengan orang berbeda pula.

Problem sosial ini tentunya harus dicarikan solusinya agar kita tidak lagi terperangkap dalam kondisi serba tidak jelas alias abu-abu, hanya sekedar memberi janji-janji yang enak didengar melalui program -program normatif yang sudah ada.

Sesungguhnya yang menjadi prioritas dibangun tidak hanya knowledge dan skill SDM, tetapi yang tidak kalah pentingnya bagaimana membangun attitude atau mental model. Agar SDM kita tidak lagi memilih-milih bidang pekerjaan.

Kuncinya adalah mampukah kita beradaptasi dengan bidang pekerjaan yang kita kurang sukai, tetapi bisa dikerjakan Yang terpenting halal dan produktif. Dan akan lebih bagus lagi kalau nantinya mampu menciptakan lapangan kerja.

Relevansinya dengan hal di atas, masih teringat bagaimana seorang Thresya yang sarjana strata satu menjajakan kopi keliling (kopi bisa pasiar) dengan kendaraan roda dua. Bagaimana seorang “Endang Suistiawaty” seorang pegawai honor dan sarjana strata satu selepas kerja berjualan nangka Palu di Jalan Muh. Yamin Kota Palu,  yang telah di-packing rapi.

Bagaimana seorang Pantong tidak tamat SD bekerja sebagai “anak petakan” budidaya udang di Barru Sulawesi Selatan berpendapatan melebihi eselon empat. Seorang Amir yang hanya tamat SD, kemudian berjualan ikan bakar di Jalan Sriwijaya Palu dan berpendapatan melebihi eselon dua.

Mengurangi jumlah orang mengeluh dan bisa memperbaiki pendapatan berpulang kepada pemimpin di daerah masing-masing. Semakin kreatif dan inovatif pemimpin daerahnya, maka dapat dipastikan akan mengurangi jumlah orang yang mengeluh karena pendapatan lebih baik akibat terbukanya sejumlah lapangan kerja.

Satu contoh yang sangat sederhana terkait dengan pemanfaatan limbah jerami padi yang selama ini hanya dibakar. Sesungguhnya limbah ini dapat diubah menjadi briket arang sebagai komplementer gas 3 kg, dapat diubah menjadi pakan ternak besar, menjadi pupuk yang semua bernilai ekonomi dan bisa memperbaikin pendapatan. Sebagai catatan bahwa kalau produksi padi 4 ton per ha, maka limbahnya minimal 16 ton. Tentunya ini menjadi sebuah kesempatan yang luar biasa.

Pilkada 2020 yang akan memilih kepala daerah di sejumlah daerah menjadi momentum penting, terutama pemilik hak suara. Diharapkan yang terpilih adalah pemimpin yang kreatif, inovatif agar mampu membuka kesempatan kerja seluas-luasnya dengan harapan bisa mengurangi jumlah orang-orang yang mengeluh, karena semakin terbukanya kesempatan berusaha.

Momentum ini adalah kesempatan terakhir, kereta terakhir untuk menuju perubahan. Pergunakanlah hak suara anda untuk kepentingan yang lebih besar. SEMOGA.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization