Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

UNFPA Akhiri Program di Pasigala

PALU EKSPRES, PALU  – Penyintas perempuan dan anak ditengarai masih rentan menjadi korban kekerasan baik secara fisik maupun seksual. Ini sejalan dengan data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2016 oleh BPS bahwa 1 dari 3 perempuan usia 15-64 tahun pernah menjadi korban kekerasan.

Sedang dari hasil Survei Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SPHAR) 2018 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ditemukan 2 dari 3 anak dan remaja perempuan dan laki-laki pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan dan Wilayah Drs Ikhwan mengapresiasi workshop pertemuan evaluasi akhir kegiatan kesehatan reproduksi, kekerasan berbasis gender, remaja dan final exit strategy sejak pascabencana sampai Desember 2019 di Pasigala.

Staf ahli memandang penyiapan paket pelayanan awal minimum kesehatan, kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan berbasis gender dengan sasaran remaja, perempuan usia subur, difabel dan lansia mesti dijadikan landasan formulatif untuk penyusunan kebijakan dan strategi perlindungan kelompok rentan saat bencana.

“Biasanya (hal-hal tadi) belum dipandang sebagai sasaran prioritas saat bencana,” tekan staf ahli pada acara di Hotel Sentral, Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan persepsi itu mesti dirombak karena pemenuhan aspek-aspek tadi juga sama penting dengan pemenuhan kebutuhan pangan, papan dan sandang penyintas. “Workshop ini saya pandang sebagai titik kulminasi dari pencapaian hasil-hasil kerja seluruh komponen di lapangan dan dari berbagai program,” tegasnya atas capaian kerja-kerja klaster dan NGO dalam recovery Pasigala.

Dengan selesainya program di Pasigala, perwakilan UNFPA Risya Qori berharap Sulteng bisa dijadikan model rujukan bagi daerah lain. Misalnya dalam mengawinkan pelayanan kesehatan reproduksi, perlindungan dari kekerasan berbasis gender dan pemberdayaan perempuan dalam satu tenda terintegrasi.

“Akhir kata Saya mohon pamit sementara waktu dan ribuan terima kasih atas kerjasama selama ini,” ucapnya. Nampak hadir Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, rekan-rekan OPD teknis se Pasigala, Yayasan Kerti Praja fasilitator dan alumni program. (**/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital