Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Desa Cerdas, Smart Village Solusi Keluar dari Ketertinggalan

Oleh Hasanuddin Atjo

HUJAN mengguyur cukup deras sepanjang perrjalanan dari Parepare menuju ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Perjalanan yang biasa ditempuh 2 jam bergeser menjadi 3 jam karena driver menyesuaikan dengan kondisi jalan yang berkabut.

Dalam perjalanan, sempat membaca sebuah artikel terkait dengan dana desa yang jumlahnya telah melewati angka 300 triliun rupiah dan masih terus bergulir. Ribuan Bundes, badan usaha milik desa telah “dilahirkan” dengan tujuan agar ekonomi desa tumbuh dan berkembang, sehingga mampu keluar dari kemiskinan dan pengannguran maupun ketimpangan. Namun harapan itu belum bisa terpenuhi, hanya sebahagian kecil saja desa yang sukses memanfaatkan dana itu untuk satu kemajuan.

Desa memiliki sumberdaya alam, manusia dan capital.
Kementrian desa, Kementrian teknis, dan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/ Kota setiap tahun secara terus menerus menggelontorkan dana pembangunan desa untuk infrastruktur, pemberdayaan masyarakat sampai dengan peningkatan kapasitas aparat desa.

Hampir semua tahu bahwa tidak maksimalnya pemanfaatan dana-dana itu lebih disebabkan oleh lemahnya SDM kepala desa maupun perangkatnya. Ditambah lagi dengan kesiapan masyarakat penerima, ikut melengkapi kelemahan itu. Selain itu disinyalir pemerintah di atasnya dinilai kurang mempersiapkan desain dan skenario mengawal pemanfaatan dana itu secara terintegrasi dan holistik.

Era industri 4.0, kata-kata Smart yang bermakna cerdas telah banyak dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aktifitas kehidupan. Mulai istilah Smart Phone, Smart City, Smart Kitchen, Smart Village sampai istilah Smart Farming.

Dengan Smart Phone, hampir semua aspek kehidupan berada dalam genggaman. Hampir semua kebutuhan maupun kewajiban, cukup menggunakan Smart Phone atau Hand Phone Android, melalui sejumlah aplikasi. Smart Phone kini bukan hanya monopoli masyarakat kota tetapi juga sudah ada di masyarakat desa  karena merupakan sebuah kebutuhan.

Pembangunan desa di negeri ini diharapkan berorientasi kepada pendekatan Smart Village atau Desa Cerdas. Harus dibangun elaborasi Pemerintah Pusat dan daerah membuat satu contoh desa cerdas atau Smart Village di setiap kabupaten/kota untuk menjadi role model dan banch marking bagi desa-desa lainnya.

Sejumlah desa di beberapa Negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam sejak beberapa waktu lalu telah menerapkan konsep Smart Village-Smart Farming ini untuk keluar dari permasalahan mereka.

Dengan pendekatan Smart Village, maka berbagai aktifitas ekonomi  akan menyesuaikan seperti produksi pangan dan pemasaran yang berbasis digital dan disebut Smart Farming. Harapannya kiranya negeri ini juga segera berada dalam pusaran Smart Village dan Smart Farming. Tidak tertinggal dari Negara lainnya. SEMOGA.

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization