Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Kades dan Perangkatnya Harus Miliki Kapasitas Ok-De

86221841_202478504282520_5505030157909360640_o

Oleh  Hasanuddin Atjo

DESA sejak tahun 2015 hingga 2020 menerima transfer dana desa mendekati angka 320 triliun rupiah, belum termasuk dana yang bersumber dari Kementerian dan Lembaga teknis lainnya, serta dari masing-masing Pemerintah Daerah. Satu jumlah yang cukup besar, fantastis, dan sesungguhnya bisa menjadi pendorong kuat untuk keluar dari persoalan sosial.

Kesemuanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat agar bisa keluar dari “ perangkap” tingginya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan serta angka stunting, yaitu pertumbuhan otak anak yang terganggu akibat kurang asupan gizi.

Evaluasi menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa secara umum belum memberikan manfaat sesuai harapan. Sejumlah Badan Usaha Milik Desa, Bumdes banyak tidak operasional karena gagal kelola, bahkan sejumlah Kepala Desa dan Perangkatnya terpaksa harus berhadapan dengan masalah hukum yang berujung pidana.

Kepala Desa yang berhadapan dengan masalah hukum lebih dikarenakan salah eksekusi. Program disusun cenderung tanpa observasi, komunikasi, dan desain yang baik, langsung di eksekusi. Ini sama halnya dengan bermain bola 2×45 menit tanpa analisis situasi, komunikasi antar pemain dan tidak ada desain atau skenario langsung eksekusi. Hasilnya hampir dipastikan tidak akan ada goal bahkan bisa kebobolan karena keasyikan menyerang tanpa pola.

Peran tenaga pendamping juga dinilai kurang maksimal dan ikut memperparah kinerja kepala desa dalam memanfaatkan dana desa. Proses rekruitmen tenaga pendamping dinilai juga belum sesuai harapan. Bisa jadi lebih disebabkan pekerjaan menjadi tenaga pendamping desa belum memiliki daya tarik yang kuat, sehingga calon yang berkualitas tidak ikut seleksi.

Pemerintah Pusat dan Daerah diharapkan bisa memberi perhatian yang lebih untuk meningkatkan kapasitas Kepala Desa bersama Perangkatnya. Demikian pula dalam proses rekruitmen kepala desa, bakal calon harus melalui test atau uji kompetensi dahulu, terutama kemampuan digitalisasi sebelum ditetapkan sebagai calon Kades untuk dipilih oleh warganya. Pradaban digitalisasi kini sangat penting, karena telah menjadi salah satu kebutuhan untuk menjadi maju.

Kapasitas OK-DE merupakan akronim atau singkatan dari (1) Observasi; (2) Komunikasi dan Koordinasi; (3) Desain serta (4) Eksekusi. Empat kapasitas ini harus ditransfer ke Para Kepala Desa dan Perangkatnya demikian pula kepada. tenaga pendamping.

Harapannya, mereka secara bersama mampu (kompeten) mekakukan observasi terhadap potensi sumberdaya desa dan tantangannya. Kemudian mampu mendiskusikan dan mengkomunikasikan dengan stakeholders terjait termasuk media. Selanjutnya dilakukan desain program, dan terakhir mengeksekusinya.

Setiap Kabupaten minimal memiliki satu desa contoh atau role model, untuk implementasi gagasan atau konsep ini dan bisa dinamakan “Smart Village” dengan aktifitas ekonomi misalnya “Smart Farming” Kehadiran lembaga-lembaga terakreditasi dan berperan sebagai instruktur untuk transformasi empat kapasitas tadi dan sekaligus mendampingi desa contoh atau role model, menjadi salah key point atau kunci sukses.

Regulasi terkait dengan desa contoh pendekatan “Smart Village” dengan mekanisme yang telah diuraikan di atas idealnya segera dipersiapkan sebagai landasan bagi daerah untuk merancang dan inplementasi. Peran Kementrian Dalam Negeri dan Kementiran Desa menjadi kunci sukses. SEMOGA.

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization