Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

REI Sulteng Akui Banyak MBR Tidak Terakomodir Rumah Subsidi

PALU EKSPRES, PALU– Program rumah subsidi pemerintah belum bisa dinikmati kalangan masyarakat yang benar-benar berpenghasilan rendah (MBR). Ini karena total nominal pembayaran uang muka rumah subsidi ternyata masih cukup tinggi.

Akibatnya, banyak masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak bisa terakomodir sebagai pembeli rumah subsidi tersebut.

Demikian pernyataan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Sulteng, M Rizal dalam kegiatan libu ntodea bertajuk kemudahan perizinan dan investasi pascabencana, Senin 24 Februari 2020 di Millenium Water Park Palu.

Rizal menyebut, hal ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Pascabencana, ternyata banyak masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi tersebut namun tetap saja tidak mampu memenuhi standar pembayaran uang muka atau down peyment.

“Banyak masyarakat yang tidak terakomodor rumah Subsidi karena syarat tersebut,”ujarnya.

Oleh sebab itu, Rizal menyarankan, agar pemerintah daerah juga perlu mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk membantu MBR memenuhi syarat pembayaran awal tersebut.

“Berharap ini bisa tercover dalam APBD agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memenuhi syarat. Karena mereka
tidak punya agunan untuk jaminan ke Bank,”papar M Rizal.

Selain itu, dia juga menyebut pemerintah perlu menurunkan tarif Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terhadap rumah bersubsidi. Karena jelas Rizal, biaya BPHTB tersebut pada dasarnya bukan dibayar oleh pengembang property perumahan. Melainkan menjadi tanggung jawab pembeli rumah.

DPD REI Sulteng tambah dia tahun ini mengusulkan pembangunan 4.133 unit rumah subsidi. Terkait hal ini, diapun berharap pemerintah tidak membuat aturan terkait perizinan menjadi sulit dengan adanya peta zona rawan bencana.

“ZRB ini banyak mengekang anggota REI  yang notabene pengusaha lokal. Banyak rencana pembangunan tertunda karena menunggu peraturan daerah tentang ZRB ini,”pungkasnya.(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital