Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Keluar dari Kemiskinan, Lahirkan Desa Maju dan Mandiri

Hasanuddin Atjo

Oleh, Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

Indeks Desa Membangun  (IDM)  adalah sebuah ukuran tingkat kemajuan atau status sebuah desa. Lima klasifikasi terkait dengan hal itu, yaitu desa dengan status (1) sangat tertinggal, (2) tertinggal, (3) berkembang, (4) maju serta (5) desa mandiri.

IDM  merupakan indeks komposit yang diperoleh dari rata-rata nilai indeks ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi atau lingkungan. Perhitungan ini menghasilkan nilai yang memberi status desa yang diukur. Yaitu (1) desa sangat tertinggal nilai IDM lebih kecil atau sama dengan 0,4907; (2) desa tertinggal antara 0,4907 – 0,5989; (3) berkembang 0,5989-0,7072; (4) Maju 0,7072- 0,8155; (5) desa Mandiri IDM lebih besar 0,8155

Sulawesi Tengah terbagi atas 13 kabupaten/kota, 166 kecamatan dan 1.842 desa. Berdasarkan nilai IDM tahun 2019, desa sangat tertinggal berjumlah 140 desa; tertinggal 952 desa; berkembang 696 desa; maju 53 desa dan mandiri 1 desa. Bila dipersentase, maka desa sangat tertinggal sebesar (7,60%); tertinggal (51,56%), berkembang (37,78%), maju (2,88%) dan desa mandiri ( 0,054%).

Di 2019 pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah membanggakan karena tertinggi di Indonesia, yaitu 7,15 %. Sayangnya prestasi ini belum diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang juga masih tingggi sekitar 13,78, mendudukkan Sulteng di peringkat ke 26 dari 34 Provinsi.

Skenario untuk keluar dari status ini telah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui perubahan Rencana Jangka Panjang Menengah Daerah, RPJMD 2016-2021; Rencana Kerja pemerintah Daerah , RKPD tahun 2021 dan Rancangan Teknokratik RPJMD 2021-2026. Kisi-kisi terkait dengan skenario untuk keluar dari kemiskinan, penganguran dan ketimpangan telah dirancang berbasis data IDM tahun 2019.

Dua skenario yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal itu yaitu (1) Intervensi program seperti bantuan sosial, subsidi dan pemanfaatan dana desa; dan (2) Investasi Swasta termasuk memberi peran kepada Budan Usaha Milik Desa, Bumdes.

Berdasarkan data IDM, maka program intervensi Pemerintah sebaiknya lebih diprioritaskan kepada desa yang berstatus sangat tertinggal dan tertinggal yang jumlahnya masih tinggi sekitar 59,16% dari jumlah 1.842 desa. Selanjutnya program berkaitan dengan Investasi swasta lebih diarahkan ke desa yang statusnya sedang berkembang. Program pengembangan Smart Village, desa Cerdas dengan Smart Program dibidang produksi dan olahan seperti Smart Farming, Tourism, Handycraf menjadi pilihan yang strategis.

Dengan skenario seperti dibahas di atas, maka jumlah desa sangat tertinggal dan tertinggal akan bergerak ke status desa berkembang, dan selanjutnya desa berkembang bergeser ke desa maju dan mandiri. Bila ini dapat diimplementasikan dengan baik karena pemahaman dan komitmen yang tinggi dari pemimpin daerah, maka bisa dipastikan harapan kemiskinan tembus di angka satu digit di 2024 dapat direalisasikan.

Akhirnya Semua berpulang kepada pemimpin daerah yang terpilih di Pilkada tahun 2020. Harapannya kiranya pasangan yang terpilih dalam kontestasi Pilkada 2020 paham dan memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan kemuskinan, pengangguran dan ketimpangan serta meningkatkan pendapatan masyarakat sesuai dengan mandat yang diberikan kepadanya. SEMOGA

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization