Minggu, 9 Agustus 2026

Rumah Murah Nih, Cicilan Cuma Rp 900 Ribu per Bulan

Ilustrasi

TARAKAN, PE – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini mendapatkan jatah sebanyak 3.280 unit rumah dari program sejuta rumah yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kaltara, Dharma Siregar mengungkapkan, pembangunan rumah dimaksud nantinya akan tersebar di lima kabupaten/kota .

Hanya saja, menurut Dharma, perumahan tersebut akan diprioritaskan di Ibu Kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor.

Sebab Tanjung Selor dinilai daerah yang akan berkembang. Mengingat statusnya sebagai ibu kota provinsi ke-34 ini.

“Sekitar 2.000 unit untuk di Bulungan. Dimana sejauh ini ada empat lokasi yang akan dibangun oleh dua developer atau pengembang, yaitu daerah kilometer 4, 9, Desa Apung dan Selimau,” ungkapnya, seperti diberitakan Radar Tarakan.

Namun sejuah ini, kata dia, area yang siap untuk dibangun berada di kilometer 4. Kapasitas lahan yang sudah dipersiapkan sekira 10 hektare.

Dan saat ini dalam proses pematangan lahan. Sedangkan 3 lokasi lainnya masih dalam proses pengurusan pembebasan lahan dan penimbunan.

“Kilometer 4 itu dengan lahan yang ada akan dibangun sekitar seribu unit. Namun untuk tahap awal akan dibangun 400 terlebih dahulu. Kemungkinan mulai pembangunan pada Maret mendatang,” sebutnya.

“Sedangkan Selimau yang juga dilakukan penimbunan lahan sekitar 1,5 hektare, akan dibangun 84 unit,” sambungnya.

Sementara itu, menurut Dharma akan dibangun juga di Kabupaten Tana Tidung (KTT) jumlahnya sekira 100 unit. Untuk lahannya dipersiapkan sekira 5 hektare. Adapun progresnya saat ini sudah tahap pembebasan lahan dan perizinan oleh pengembang. “Sedangkan Kota Tarakan juga telah terbangun sebanyak 97 unit saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, untuk Kabupaten Malinau dan Nunukan, pihaknya masih menunggu Koordinator Wilayah (Korwil) Apersi kabupaten.

Sebab nantinya pihak Apersi kabupaten tersebut yang akan mengajukan kebutuhan rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Kami harapkan secepatnya,” harapnya.

Disinggung mengenai tipe rumah yang akan dibangun. Dia mengatakan, rumah yang akan dibangun bertipe 36 dengan luasan tanah 90 meter persegi. Sedangkan lebarnya 9 meter dan panjang 10 meter.

“Dengan harga Rp 135 juta per unit, dapat dibayar dengan cicilan yang dibagi dalam empat skema. Yakni 5, 10, 15 dan 20 tahun, cicilan untuk 20 tahun itu mencapai 900 ribuan per bulan dengan bunga flat 5 persen,” paparnya.

Nah, untuk peruntukan kepada siapa saja perumahan tersebut. Dia menuturkan, nantinya akan diperuntukkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan gaji pokok tidak melebihi dari Rp 4 juta per bulan.

“Siapa saja boleh, namun tentu sesuai dengan persyaratan tersebut. Sejauh ini dari sekitar 850 peminat, kebanyakan PNS mengingat antusias yang cukup baik, kami akan berupaya menyelesaikannya tahun ini juga,” tutup Dharma.

(*/sam/keg/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital