Sabtu, 8 Agustus 2026

OJK: Industri Perbankan Jangan Gunakan Debt Colector di Tengah Pandemi Covid-19

Gamal Abdul kahar. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU– Industri perbankan diimbau tidak menggunakan debt collector dalam menagih nasbah, terutama pada Perusahaan Pembiayaan Multifinance dalam menindaklanjuti nasbah yang tertunggak angsurannya.
“Leasing dan bank dimintai agar tidak menggunakan debt collector dalam penarikan jaminan atau kendaraan,” kata Ketua Perwakilan OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar pada Sosialisasi dan Desiminasi Perkembangan Industri Jasa Keuangan dalam Kondisi Covid-19, Selasa (19/5/2020).
Gamal pada kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan PWI Sulteng ini melalui aplikasi zoom digital, menegaskan jika masyarakat mengetahui ada industry perbankan dan perusahaan pembiayaan Multifinance menggunakan jasa debt collector dalam menagih nasabahnya, diminta untuk segera melaporkan ke pihak OJK.

Peserta Sosialisasi dan Desiminasi Perkembangan Industri Jasa Keuangan dalam Kondisi Covid-19 melalui aplikasi zoom digital. Foto: Istimewa


Menurut Gamal, masyarakat tak perlu ragu untuk melaporkan hal itu ke OJK karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.
Gamal pada kegiatan yang diikuti puluhan jurnalis Kota Palu itu melalui aplikasi zoom digital itu juga menyinggung mengenai keluhan debitur mengenai kebijakan restrukturisasi kredit perbankan di masa pandemic Covid-19 ini.
Gamal mengatakan ada salah kaprah dari para debitur mengenai restrukturisasi kredit bagi nasabah terdampak Covid-19. Nasabah yang diberikan restrukturisasi kredit dari pihak perbankan adalah mereka yang terdata lancar membayar angsurannya sebelum wabah pandemic Covid-19 ini.
“Kita juga tidak ingin ada orang yang memanfaatkan situasi ini alias aji mumpung,” kata Gamal.
Debitur yang sumber pendapatannya usahanya tidak terdampak COVID 19 dan masih memiliki kemampuan bayar menurut Gamal, agar tetap mematuhi perjanjian yang telah disepakati sebelumnya untuk menghindari pengenaan denda keterlambatan dan catatan negatif pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK/dh BI Checking).
Gamal juga menyarankan agar debitur menghubungi masing masing Bank dan Perusahaan Pembiayaan Multifinance melalui sarana teknologi komunikasi untuk menyampaikan permohonan restrukturisasi keringanan. Sehingga, bank dan perusahaan pembiayaan Multifinance akan melakukan asesmen /survey terlebih dahulu terhadap kondisi debitur untuk memperoleh konfirmasi dan verifikasi terkait kelayakan debitur diberikan kebijakan restrukturisasi keringanan.
Olehnya, Gamal meluruskan opini masyarakat yang selama ini berkembang bahwa pihak industri perbankan tidak menindaklanjuti instruksi Presiden mengenai strukturisasi kredit nasabah perbankan di masa pandemic Covid-19 ini. “Di sini peran media untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait apa saja yang telah dilakukan oleh pihak perbankan di tengah masa pandemic Covid-19 ini,” ujarnya. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital