Minggu, 9 Agustus 2026

Tokoh Tionghoa Ini Menyarankan AHY Alihkan Dukungan ke Anies-Sandi

JAKARTA. PE – Keberhasilan Ahok-Djarot lolos ke putaran kedua Pilgub DKI Jakarta sangat mengejutkan, pasalnya pasangan yang diusung oleh partai penguasa ini kini menjadi terdakwa dalam kasus penistaan agama.

Kordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma juga ikut kaget dalam hasil tersebut. “Saya tak tahu kenapa. Tapi pasti ada yang salah. Masak sih status Ahok yang terdakwa penistaan agama dan berbagai kasus dugaan korupsi yang menimpanya, tak mempengaruhi pilihan warga Jakarta?” tanya Lieus dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi RMOL, Jawa Pos Grup Rabu (15/2/).

Menurut Lieus, kasus-kasus yang menimpa Ahok sudah cukup untuk menjadi pertimbangan warga Jakarta dalam menentukan pilihan mereka untuk sosok gubernur lima tahun ke depan. “Tapi faktanya kasus-kasus itu seakan tidak berdampak apapun bagi elektabilitas Ahok. Dia tetap bisa mengungguli Agus (AHY). Pasti ada sesuatu yang mis di sini,” katanya lagi.

Atas fakta yang terjadi di putaran pertama itu, Lieus berharap untuk putaran kedua yang akan berlangsung April mendatang, pasangan Agus-Sylvi bersedia mengalihkan suara para pendukungnya kepada pasangan Anies-Sandi.

“Ini penting. Sebab Pilkada DKI ini bukan lagi pertarungan Ahok-Djarot melawan Anies-Sandi sekadar untuk memperebutkan kursi gubernur Jakarta, tapi jauh lebih besar dari itu. Ini menyangkut masa depan bangsa dan negara,” kata Lieus.

Lieus menambahkan, memang dari hasil hitung cepat putaran pertama sudah bisa dilihat potensi suara yang diperoleh masing-masing calon.

“Dan pasangan Agus-Sylvi, meski berada di urutan terakhir, namun potensi suara yang dimilikinya cukup signifikan. Nah, potensi suara itu jangan sampai disia-siakan. Di putaran kedua, suara pendukung Agus-Sylvi itu harus bisa menambah suara pasangan Anies-Sandi jika kita menginginkan Jakarta sebagai ibukota negara berubah menjadi lebih baik,” tutur Lieus.

Sebab, kata Lieus lagi, apapun ceritanya Jakarta tidak bisa terus menerus dipimpin oleh gubernur yang arogan, mau menang sendiri, tukang gusur dan bermulut kotor. “Jakarta tidak boleh lagi dipimpin oleh gubernur yang suka mendzalimi rakyat kecil,” tegasnya.

(Fajar/rmol)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital