Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Forum Talise Bersaudara Sebut Ada LPM Abal-Abal Mengatasnamakan Warga

RAPAT - Forum Talise bersaudara dalam konsultasi bersama Wakil Ketua DPRD Palu, M Rizal dan Anggota DPRD, H Nanang, Senin 15 Februari 2021. Foto: Hamdi Anwar/PE


PALU EKSPRES, PALU – Warga dari Forum Talise Bersaudara (FTB) meminta DPRD Palu menarik kembali rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Palu bersama masyarakat Talise dan Talise Walangguni pada 1 Februari 2021 silam.
Dalam rekomendasi hasil RDP, salahsatunya terjadi kesepakatan antara Pemerintah Kota Palu dan masyarakat untuk tidak memperpanjang lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB) PT Duta Darma Bakti.

Selanjutnya hasil RDP Komisi C itu juga dijadikan dasar bagi Pemkot Palu dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Palu untuk melakukan identifikasi lahan HGB dan eks HGB PT Duta Darma Bakti. Belakangan, warga dari FTB mengaku bahwa pengurus LPM Kelurahan Talise yang hadir dalam RDP itu bukan sebenar-benarnya perwakilan warga. Sebab, ketua LPM yang ikut hadir tidak tercatat dalam SK Wali Kota Palu sebagai pengurus LPM Talise. Hal ini terungkap saat FTB yang dikoordinir Bei Arifin saat berkonsultasi dengan Wakil Ketua DPRD Palu, M Rizal, Senin (15/2/2021).

“Intinya LPM yang hadir dalam RDP itu adalah LPM abal-abal. Tidak mewakili masyarakat Talise dan Talise Walangguni,”sebut perwakilan warga. Dalam kesempatan ini juga terungkap, bahwa warga mencurigai proses identifikasi lahan eks HGB ini hanyalah akal-akalan untuk mengakomodir sejumlah pejabat yang juga ingin mendapat lahan di eks HGB tersebut.

“Yang terjadi sebenarnya ini bukan lagi identifikasi tapi sudah upaya untuk bagi-bagi lahan,”kata warga. Sementara itu, perwakilan warga lainnya, M Rum menjelaskan bahwa pihaknya meminta DPRD Palu agar bisa mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan proses identifikasi lahan tersebut. “Jangan dulu ada kegiatan diatas lahan eks HGB itu. Sebaiknya menuggu wali kota baru,”kata Rum.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Palu, M Rizal berjanji untuk mengkomunikasikan permintaan FTB kepada Komisi bersangkutan yang menggelar RDP. “Karena yang bisa menarik kembali surat rekomendasi itu adalah komisi terkait,”katanya. Pihaknya kata Rizal juga akan memfasilitasi proses ini dalam rapat badan musyawarah
” Kami siap fasilitasi masyarakat mencari solusi terbaik. Bicarakan internal bersama DPRD,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital