Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Pendampingan Bukan Sebatas Membentuk Kelembagaan (Kelompok) Semata

Busranuddin Dg Masserang. Foto: Istimewa

Oleh Busranuddin Daeng Masserang*

PEMERINTAH telah mengeluarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor p.13 / MENLHK / SETJEN / KUM.1 /4 / 2019 tentang Pendampingan Kegiatan Pembangunan di Bidang Kehutanan.

Dalam hal ketentuan pada pendampingan pembangunan kehutanan tersebut maka indikator utama adalah penyuluh kehutanan, dalam hal ini Penyuluh Kehutanan  PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya dan Penyuluh Kehutanan Swasta.

Penyuluh Kehutanan PNS adalah Pegawai Negeri Sipil yang memiliki jabatan fungsional penyuluh dan memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan penyuluhan di daerah yang telah ditetapkan, atau sering disebut dengan wilayah binaan.  Dikarenakan jumlah penyuluh kehutanan PNS masih dikategorikan kurang , maka wilayah tanggung jawab atau binaan penyuluh PNS dipetakan dalam bentuk per kecamatan untuk setiap seorang penyuluh.

Sementara Penyuluh Kehutanan Swadaya merupakan penyuluh kehutanan yang secara swadaya bergerak sebagai penyuluh di wilayah binaan. Di mana secara swadaya, penyuluh kehutanan tersebut dapat berkolaborasi dengan penyuluh Kehutanan PNS.

Sedangkan Penyuluh Kehutanan Swasta adalah pendamping  yang direkrut untuk bersama membantu penyuluh PNS maupun Swadaya di daerah yang telah ditetapkan.

Menanggapi tentang defenisi pembagian daripada penyuluh kehutanan tersebut maka sudah barang tentu memiliki kinerja, bersama untuk mencapai  target dan sesuai peraturan yang berlaku. Ditegaskan di PP Nomor 13, bahwa bentuk kegiatan pendampingan dan pembinaan pada KTH atau kelompok masyarakat mencakup beberapa aspek yaitu; 1. Aspek Kelola Kelembagaan; 2. Aspek Kelola Kawasan; 3.Aspek Kelolah Usaha.

Merujuk pada 3 aspek tersebut, maka itulah tujuan daripada pendampingan yang diharapkan guna mewujudkan 3 aspek di atas, bagi penyuluh kehutanan PNS , swadaya dan swasta dapat berkolaborasi guna mewujudkan pendampingan yang maksimal di bidang kehutanan.  Namun hal ini sangat disayangkan, terkadang masyarakat telah memiliki kelompok yang telah dibangun oleh pendamping, akan tetapi tidak ditindaklanjuti dikarenakan hal yang klasik yaitu masalah anggaran.

Harapan dari para penyuluh sekiranya telah terbentuk suatu kelompok pada suatu desa atau pun kecamatan, dapat terus berkelanjutan sesuai porsi yang ada.  Bukan hanya sebatas pembentukan kelembagaan yang selalu diandalkan akan tetapi pada pengelolaan kawasan agar lestari serta pengelolaan usaha  agar meningkat, menjadi susut di kemudian hari dan akhirnya masyarakat yang telah terbentuk dalam kelompok merasa tak dipedulikan. ***

*Koordinator Penyuluh Kehutanan  KPH Kulawi Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital