Minggu, 9 Agustus 2026

Ulama Ini Keberatan Jokowi jadi Imam Salat Asar, Tidak Pantas Katanya…

AMBON, PE – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton T Digdoyo terusik melihat Presiden Joko Widodo menjadi imam salat jamak qasar di Masjid Al-Fattah, Ambon, kemarin (24/2).

Dia mempertanyakan kenapa presiden yang dipilih untuk memimpin salat, sementara di sana ada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Pasalnya, menurut Anton, presiden tidak fasih dalam membaca Alquran. Bahkan bisa disebut berantakan.

“Saya pernah lihat Jokowi jadi imam salat. Bukan hanya bacaannya kacau, tapi juga gerakan-gerakan salatnya, tuma’ninah, i’tidalnya pun masih kacau. Maka saya heran kok dia (Jokowi) jadi imam shalat padahal di situ ada banyak ulama seperti Pak Din, Menag,” jelas Anton saat dihubungi, Sabtu (25/2/2017).

Mantan petinggi Polri ini mengatakan, untuk jadi imam salat, ada persyaratan minimal yang sangat ketat dan tegas. Salah satunya adalah bisa melafalkan bacaan salat dengan baik.

“Antara lain bacaannya bagus, iman akidahnya bagus, ilmu agamanya bagus dan lain-lain. Kalau persyaratan minimalis tersebut tak dipenuhi, jangan jadi imam salat. Itu ibarat terjerumus ke jurang atau menjerumuskan diri ke jurang apalagi makmumnya ikut masuk jurang,” katanya mengingatkan.

Presiden yang kemarin berkunjung ke Ambon untuk menghadiri acara Muhammadiyah dan masyarakat adat Maluku melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Fattah.
Usai salat Jumat, dia bertanya kepada menteri agama apakah langsung melaksanakan salat asar jamak qasar.

“Saya jawab, ‘Iya pak, dan bapak yang jadi imamnya’,” kata Menag Lukman menceritakan.

Setelah itu, dia meneruskan, Din Syamsuddin langsung mengumumkan melalui pengeras suara bahwa akan diadakan salat asar jamak qashar dengan imam Presiden Jokowi.

(zul/rmol/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital