Senin, 10 Agustus 2026
Opini  

Sepakbola dan Covid- 19 (Bola itu Bundar)

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Oleh  Muhd Nur SANGADJI

HARI– hari ini, ada dua perhatian besar dunia sedang tertuju. Covid- 19 yang tak kunjung berkesudahan. Dan, piala Eropa yang sebentar lagi menuju puncak. Di sebelahnya ada Copa Amerika. Tapi, sepertinya kalah populer. Seandainya saya punya otoritas, akan saya larang iven besar ini dibuat bersamaan.

Sepak bola dan covid, ternyata saling mempengaruhi. Meskipun bukan jaminan mutlak, sebagai olahraga, sepakbola bisa menambah kebugaran. Tentu, menaikkan imun.  Faktanya, ada satu dua pemain yang tervonis positif sehingga tidak diizinkan merumput.

***

Di babak menuju puncak ini, publik menyaksikan bergugurannya tim favoritnya masing- masing. Di antaranya, yang berjubel para bintang sepak bola berkelas mondial. Orang juga dikagetkan dengan menangnya tim tak diunggulkan.

Dalam sepakbola, itu semua adalah hal yang biasa. Pameo yang sudah sangat kuno, masih dipercaya hingga kini. Sederhana sekali. Hanya tiga kata. “Bola itu bundar”.

Bola itu bundar, menggambarkan ketidakpastian (uncertainty), unik (unique), kompleks (complexity) dan terkadang konflik (conflic). Dia juga sekaligus memadukan beberapa hal dalam posisi tarik ulur.  Antara,  upaya (force), keberuntungan (lucky) dan takdir (destiny). Orang lalu melakoni ikhtiar. Karena itu, ada pelatih dan ada latihan serta strategi.  Hasil akhir adalah konfergensi dari keseluruhannya.

***

Kolega di fakultas ku membuat khusus groups WA Euro 2021. Group yang sangat menghibur antarpendukung tim berlaga. Masing- masing membala dengan segenap jiwa raga. Pokoknya seru. Bagus juga untuk merawat kestabilan imun menghadapi Covid-19.

Saya, karena pernah hidup hampir empat tahun di Perancis. Maka, secara psikologis mendukung tim berjuluk “Les Blues”. Blue atau biru ini, diambil dari penggalan warna bendera mereka. Kalau kita, sering menyebut, “merah putih” sebagai identitas heroiknya Indonesia. Mereka menyebutnya, “Blue, Blanc, Rouge” (Biru, putih merah).

Andaikan saya tidak pernah tinggal di dua  kota Perancis (Montpellier dan Lyon), saya adalah pendukung Belanda sejak 1978. Kala itu, Tim Orange berhadapan dengan Argentina. Meskipun hanya menonton di TV hitam putih. Dan, meskipun yang unggul adalah Argentina. Kesan permainan Belanda itu terawat apik di memori ku. Bahkan, hingga ke generasi Ruud Gullit dan Van Basten. Sebagai pemain bola, saya sering dijuluki Van Basten oleh kolega Persidokar (persatuan sepakbola dosen karyawan) Faperta Untad. Tentu saja, saya tidak menolak, he he.

***

Namun, yang menjadi sedikit soal adalah gagalnya kedua tim favorit itu. “Orange and les Blues”. Peristiwa yang membuat mereka tersingkir punya cerita sendiri sendiri. Seperti berjuang meloloskan diri dari lubang jarum. Dan, akhirnya tidak lolos.

Ada, karib yang bertanya. Mengapa bisa Perancis yang juara dunia dan sangat diunggulkan, malahan kalah. Saya tidak punya jawaban analitik. Tapi, saya punya cerita pembanding.

Tahun 1998, menjelang perhelatan piala dunia di Perancis. Kesebelasan Les Blues berbenah. Setahun sebelumnya, 1997, saya masih di sana. Menyaksikan, bagaimana pelatih mengelola tim tangguh. Tapi, dengan cara menyingkirkan pemain bintang. Unik, untuk tidak disebut aneh.

***

Kala itu, Emie Jaque sebagai pelatih Perancis memutuskan, tidak merekrut dua pemain bintang. Erick Cantona dan David Ginola. Publik Perancis beraksi marah. Bahkan, saya menyaksikan satu orang nenek di kota Manchester, marah karena Erick tidak direkrut. Dia bilang begini dalam wawancara televisi. “It is really sad, some one that we respect in our country, in his own country is rejected”. Kala itu, Erick Cantona merumput di Manchester United.

Emie Jaque bilang saya pelatih. Tidak ada intervensi,  termasuk dari pemerintah sekalipun. Muncullah wajah wajah baru yang relatif merata dari gawang hingga penyerang. Saya masih hafal beberapa. Dari belakang,  Fabien Barthez, Lilian Thuram, Marchel Desailly, Didier Deschamps, Youri Djorkaeff dan Zinedine Zidane.

Mereka lalu, menjadi bintang baru. Menguburkan nama besar Erick Cantona dan David Ginola. Tapi, mereka relatif muncul bersamaan. Tidak ada ketergantungan pada bintang utama . Hasilnya, Perancis keluar sebagai juara dunia.

Bahwa kini, di tingkat Eropa saja mereka gugur. Boleh jadi, strategi Emie Jaque ini terlupakan. Mungkin personifikasi Erick dan Ginola berpindah ke Mbappe, Karim Benzema dan atau Pogba. Walahua’lam. Menjadi pelajaran tentang pentingnya figur dan bintang. Namun, kita tidak boleh menggantung pada figur semata. Ini  soal strategi.  Akan tetapi, di atas semuanya. Pameo kuno itu akan tetap abadi. “Bola itu Bundar”. Entahlah. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization