Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Forum Donggala Utara Temui Gubernur Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Forum Pembentukan Kabupaten Donggala Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, bertemu dengan Gubernur Rusdy Mastura di Palu, Selasa (9/8/2021).

Hadir pada pertemuan di ruang kerja gubernur itu Ketua Forum Pembentukan Donggala Utara (Duta) Adha Nadjemuddin didampingi Sekretaris Forum Duta Yasin Lataka, Ketua Dewan Inisiator Forum Duta Syafrudin Mahyudin dan seorang penasihat Amin Thahir.

Gubernur Rusdy Mastura mengatakan sangat mendukung pembentukan Donggala Utara dalam rangka mempercepat kemajuan daerah, memaksimalkan pelayanan pemerintahan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau daerah ini akan banyak tenaga kerja yang terserap, ekonomi kita akan cepat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat dapat segera kita wujudkan,” kata Rusdy Mastura.

Gubernur mengatakan akan membantu Forum Duta agar seluruh dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat terbentuknya sebuah daerah otonom baru segera dilengkapi seperti rekomendasi kepala daerah.

“Saya akan keluarkan rekomendasi pembentukan Donggala Utara,” katanya.

Rusdy mengatakan untuk mendukung percepatan pembangunan di kawasan Donggala Utara terdiri dari lima kecamatan yakni Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara, pemerintah provinsi akan segera membangun jalan standar nasional yang menghubungkan Tambu dan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong.

“Kita juga akan bangun pelabuhan di Tambu,” katanya.

Sementara itu Ketua Forum Duta Adha Nadjemuddin mengatakan seluruh dokumen kajian pembentukan Donggala Utara telah disusun oleh tim akademisi dari Universitas Tadulako sejak 2014.

Dokumen kajian tersebut langsung diserahkan ke Gubernur Rusdy Mastura disaksikan pengurus Forum Duta lainnya.

Adha Nadjemuddin mengatakan dari sisi kajian akademik, dukungan masyarakat melalui Badan Perwakilan Desa dan kepala desa serta peta wilayah dan rekomendasi DPRD Donggala telah terpenuhi.

Hanya saja kata dia, Forum Duta belum mengantongi rekomendasi dari bupati Donggala.

“Kami juga tidak tahu apa alasan yang mendasar sehingga bupati Donggala belum mau mengeluarkan rekomendasi persetujuan pembentukan Donggala Utara ini,” katanya.

Perjuangan Pembentukan Kabupaten Donggala Utara telah digaungkan sejak beberapa tahun lalu dan baru rampung kajian akademisnya pada 2014.

Usulan pembentukan Donggala Utara tersebut muncul karena secara geografis memiliki jarak yang cukup jauh dengan ibu kota Kabupaten Donggala di Banawa bahkan untuk menuju Banawa harus melintas di ibukota provinsi, Kota Palu.

Wilayah Donggala Utara dalam usulan tersebut terdiri dari lima kecamatan yakni Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara.

Biro Humas dan Protokol

Forum Donggala Utara Temui Gubernur Sulteng

Forum Pembentukan Kabupaten Donggala Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, bertemu dengan Gubernur Rusdy Mastura di Palu, Selasa (9/8/2021).

Hadir pada pertemuan di ruang kerja gubernur itu Ketua Forum Pembentukan Donggala Utara (Duta) Adha Nadjemuddin didampingi Sekretaris Forum Duta Yasin Lataka, Ketua Dewan Inisiator Forum Duta Syafrudin Mahyudin dan seorang penasihat Amin Thahir.

Gubernur Rusdy Mastura mengatakan sangat mendukung pembentukan Donggala Utara dalam rangka mempercepat kemajuan daerah, memaksimalkan pelayanan pemerintahan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau daerah ini akan banyak tenaga kerja yang terserap, ekonomi kita akan cepat tumbuh sehingga kesejahteraan masyarakat dapat segera kita wujudkan,” kata Rusdy Mastura.

Gubernur mengatakan akan membantu Forum Duta agar seluruh dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat terbentuknya sebuah daerah otonom baru segera dilengkapi seperti rekomendasi kepala daerah.

“Saya akan keluarkan rekomendasi pembentukan Donggala Utara,” katanya.

Rusdy mengatakan untuk mendukung percepatan pembangunan di kawasan Donggala Utara terdiri dari lima kecamatan yakni Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara, pemerintah provinsi akan segera membangun jalan standar nasional yang menghubungkan Tambu dan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong.

“Kita juga akan bangun pelabuhan di Tambu,” katanya.

Sementara itu Ketua Forum Duta Adha Nadjemuddin mengatakan seluruh dokumen kajian pembentukan Donggala Utara telah disusun oleh tim akademisi dari Universitas Tadulako sejak 2014.

Dokumen kajian tersebut langsung diserahkan ke Gubernur Rusdy Mastura disaksikan pengurus Forum Duta lainnya.

Adha Nadjemuddin mengatakan dari sisi kajian akademik, dukungan masyarakat melalui Badan Perwakilan Desa dan kepala desa serta peta wilayah dan rekomendasi DPRD Donggala telah terpenuhi.

Hanya saja kata dia, Forum Duta belum mengantongi rekomendasi dari bupati Donggala.

“Kami juga tidak tahu apa alasan yang mendasar sehingga bupati Donggala belum mau mengeluarkan rekomendasi persetujuan pembentukan Donggala Utara ini,” katanya.

Perjuangan Pembentukan Kabupaten Donggala Utara telah digaungkan sejak beberapa tahun lalu dan baru rampung kajian akademisnya pada 2014.

Usulan pembentukan Donggala Utara tersebut muncul karena secara geografis memiliki jarak yang cukup jauh dengan ibu kota Kabupaten Donggala di Banawa bahkan untuk menuju Banawa harus melintas di ibukota provinsi, Kota Palu.

Wilayah Donggala Utara dalam usulan tersebut terdiri dari lima kecamatan yakni Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol dan Sojol Utara. (Biro Adpim Pemprov)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital