Sabtu, 8 Agustus 2026

Investasi Arab ke Malaysia Lebih Besar, Istana Sebut Indonesia Bukan Pengemis

Jokowi dan Raja Salman kehujanan

JAKARTA, PE – Kunjungan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia membawa berkah. Kedatangan penjaga dua kota suci itu ke Indonesia dengan membawa investasi besar-besaran.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung sempat mengungkapkan bahwa investasi negara tersebut untuk Indonesia bisa jadi mencapai USD 25 miliar atau sekitar Rp 333 triliun.

Dalam kerja sama dibidang perminyakan, investasi yang didapat Indonesia masih di bawah investasi Saudi ke Malaysia yakni sebesar USD 7 miliar, sementara Indonesia hanya USD 6 miliar. Meski demikian, Indonesia mendapatkan dana tambahan dari komitmen kontribusi pendanaan Saudi terhadap pembiayaan proyek pembangunan yang mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,3 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Divisi Komunikasi Kantor Staf Presiden Jojo Raharjo menilai bahwa investasi yang didapat Indonesia dari Saudi bisa meningkat seiring berjalannya hubungan yang harmonis antar dua negara. Menurutnya, selama ini, hubungan Indonesia-Saudi mengalami naik turun, yang dimulai dengan hukuman mati terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) dan moratorium TKI ke negara-negara Timur Tengah yang salah satunya adalah Saudi.

“Kita itu bukan negara pengemis, nilai investasi bisa kita kawal bersama,” ungkapnya dalam diskusi bertajuk ‘Investasi dari Lawatan King Size’ di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (4/3).

Lanjut Jojo, kunjungan Raja Salman ke Indonesia merupakan sejarah baru setelah 47 tahun lalu Raja Faisal menyambangi Indonesia.

Meski selama ini hubungan kedua negara berjalan dengan baik, namun kunjungan Raja Salman merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Sebab belum ada pemimpin negara yang melakukan kunjungan selama sembilan hari di Indonesia.

“Ini adalah kunjungan bersejarah, dan ada 11 komitmen yang disepakati di Istana Bogor kemarin. Dan ini harus kita dorong bersama-sama harus dikawal realisasi kerja sama yang disepakati,” tegas Jojo.

(Fajar/rmol/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital