Sabtu, 8 Agustus 2026

Dua Tahun Pemberangkatan Haji Ditunda, Daftar Tunggu CJH di Sulteng Capai 2000 per Tahun

Kakanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha (Kelima dari kiri) saat foto bersama pejabat lainnya usai peresmian gedung layanan haji dan umroh di Parigi/Foto: Aswadin/ PaluEKspres

PALUEKSPRES,PARIMO – Sebanyak 41 ribu  calon jama’ah haji (CJH) di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdaftar sejak 2012 sampai 2021 dengan estimasi setiap tahunnya mencapai 2000 orang.

Hal tersebut disampaikan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Tengah, Ulyas Taha ditemui usai meresmikan gedung layanan haji dan umroh terpadu di Parigi, Senin (21/3/2022).

Dia mengatakan, dua tahun terakhir di Sulteng tidak ada pemberangkatan haji. Sehingga, daftar tunggu Calon Jama’ah Haji di daerah itu semakin banyak.

“Masyarakat yang menunggu 10 tahun menjadi 12 tahun baru bisa berangkat, karena dua tahun terakhir tidak ada pemberangkatan,” ujar Ulyas Taha.

Sekaitan hal ini kata dia, beberapa kali dilakukan pertemuan oleh pihak Direktorat Haji Kementerian Agama, yang dihadiri sejumlah kepala bidang  haji di seluruh Indonesia, dan telah diberikan informasi untuk pelaksanaan haji tahun 2022, Arab Saudi membuka kesempatan.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu skenario yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi, apakah memberikan kesempatan untuk membuka 100 persen atau hanya berapa persen.

“Tinggal melihat kuota nasional, dan kami pun menunggu dari kementerian berapa jatah CJH Sulteng diberikan,” ujarnya.

Kata dia, untuk tahun 2022 pihaknya memproyeksikan berapapun jumlah diberikan, diharapkan pemberangkatan haji dapat dibuka minimal memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa betul-betul pemerintah dapat memberangkatkan CJH tersebut.

“Minimal kelonggaran untuk para CJH agar dapat menunaikan ibadah haji, kami tetap terus berusaha melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemberangkatan calon jama’ah haji tertunda, bukan berarti pelayanan terhenti. Tetapi proses pelayanan tetap berjalan, bahkan pendaftaran pun dibuka.

“Semuanya tetap jalan, baik itu manasik dan lainnya, yang terhenti hanya pemberangkatan. Masyarakat tetap dilayani, tidak ada moratorium atau penghentian pendaftaran,” ujarnya.(asw/PaluEkspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital