Minggu, 9 Agustus 2026

Ramai-Ramai Bikin Program Food Estate, Diperlukan Desain

Dr Hasanuddin Atjo/ istimewa

Oleh DR Hasanuddin Atjo

SEHARI sebelum satu Ramadan, di ruang tunggu keberangkatan gate 13 Bandara Soekarno-Hatta cukup ramai dibandingkan dari biasanya. Boleh jadi karena esok hari adalah Ramadan pertama, menyebabkan banyak yang kembali ke daerahnya untuk berpuasa awal yang sudah menjadi satu kebiasaan.

Selain itu syarat terbang menjadi lebih simpel, terutama yang sudah vaksin ketiga atau vaksin boster. Tidak perlu lagi menunjukkan hasil negatif Covid-19 baik melalui tes antigen atau PCR (Polymer Chain Reaction) yang selama ini dinilai jadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah penumpang.

Boarding time masih satu jam lagi. Kursi di ruang tunggu hampir terisi penuh. Secara tidak sengaja saya bertemu dengan salah satu kawan asal Makassar dan telah bermukim lama di Jakarta. Dan dia langsung menyapa dengan gaya khasnya.

Hai bro Atjo!! Lama sekali kita tidak berjumpa? Apakah masih aktif di ASN? tanya kawan tadi. Sorry pak bos, hampir 2 tahun saya menjadi alumni Aparatur Sipil Negara dan kalau di Malaysia mendapat gelar alumni “laskar tak berguna”.

Kami berdua serentak tertawa lepas, membuat beberapa penumpang lain di sekitar, sempat melirik. Maklumlah sebagian orang Sulawesi jika berjumpa sahabat lama pasti agak ramai, dan tanpa menyadarinya bahwa kami berada di ruang publik.

*****

Bro!!, saya suka sekali membaca artikelmu di medsos. Dan menurut hematku pikiranmu itu sederhana dan mudah dicerna. Sekarang saya ingin tahu dan masih penasaran terkait program “Food Estate” dan saat ini di sejumlah daerah mulai ramai memprogramkannya dengan berbagai istilah namun bermakna sama dengan Food Estate.

Saya tidak langsung menjawabnya dan berkomentar; rupanya Pak Bos juga mengikuti perkembangan dari program peningkatan produksi dan ketahanan pangan kita yang masih bersoal. Pikir saya pak bos masih asyik dan terperangkap di dunia konstruksi sebagai spesialisasinya.

Dia tersenyum kecil, tidak memberi komentar sebagai tanda bahwa bahwa ingin segera diberi informasi terkait pertanyaan tadi. Dia anggap saya menguasai padahal sesungguhnya saya lagi mempelajari, mendalami tentang konsep Food Estate yang saat ini sedang ramai dibicarakan orang yang pro maupun kontra.

Seakan menguasai, saya katakan bahwa “Food Estate” adalah cara pengelolaan sumberdaya untuk memproduksi komoditi pangan dan mendistribusikannya. Dilaksanakan secara terintegrasi di dalam satu kawasan terkoneksi. Kemudian ada juga yang menerjemahkan Food Estate merupakan “Lumbung Pangan yang Terintegrasi”.

Terintegrasinya bisa vertikal dalam artian fokus satu komoditi namun terintegrasi dari hulu ke hilir. Dan kedua integrasi horisontal yaitu beberapa komoditi terintegrasi satu sama lain didalam satu kawasan terkoneksi, biasa diisebut dengan istilah “integrasi farming”.

*****

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital