Minggu, 9 Agustus 2026

Ironi; Negara Agraris Dan Maritim Masih Impor Pangan

Dr Hasanuddin Atjo/ Istimewa

Oleh Dr Hasanuddin Atjo

Presiden Jokowi dalam pembukaan Musrembangnas, Kamis, 28 April 2022, mengingatkan lagi kepada jajaran kabinetnya dan para kepala daerah, bahwa dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa agar bisa mengurangi impor dan memanfaatkan produksi dalam negeri.

Memang fantastis nilai pengadaan barang dan jasa di tahun 2022, menghampiri angka Rp1500 triliun atau hampir 60 persen dari APBN, tersebar di sejumlah Kementrian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta BUMN yang selama ini dinilai banyak soal dalam implementasi.

Jagung dan kedelai bisa ditanam, dan tumbuh di mana mana, namun volume dan nilai impornya masih gede dan seharusnya sudah bisa kita kurangi . Selanjutnya Jokowi kembali mengingatkan agar bisa membeli produksi di dalam negeri, membatu perputaran ekonomi di dalam negeri.

Evaluasi menunjukkan bahwa masih banyak komoditi yang harus impor guna memenuhi kebutuhan pangan didalam negeri antara lain beras, jagung, kedelai bahkan garam pun masih diimpor. Padahal negeri ini bergelar sebagai negara Agraris dan negara Maritim yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Berdasarkan data BPS, tahun 2021, volume impor beras mencapai 407,74 ribu ton, senilai US$ 183,8 juta (RP2,65 triliun), dan volumenya naik hampir 15 persen dari tahun 2020. Dan memberi indikasi bahwa laju produksi lebih rendah daripada laju konsumsi.

Kedelai pada tahun 2021 diimpor sebesar 2,5 juta ton senilai US$ 1,48 miliar (Rp 21,32 triliun), dan meningkat 14,4% dibandingkan nilai impor 2020. Impor itu berasal dari negara paman Syam Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, dan Singapura serta Australia.

Impor jagung, tahun 2021, sebesar 995,99 ribu ton meningkat sekitar 15 persen. Nilai impor sebesat US$ 297,3 juta atau Rp 4,28 triliun. Nilai ini meningkat 72,2% dibandingkan tahun 2020. Negara asal adalah Argentina, Brasil, Amerika Serikat, dan Thailand.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital