PALUEKSPRES, PALU– Cabai rawit kembali jadi penyumbang tertinggi inflasi Kota Palu di periode bulan Juni 2022.
“Beberapa komoditas memiliki andil positif terhadap inflasi Kota Palu sebesar 0,29 persen pada periode Juni 2022, namun tertinggi adalah cabai rawit, mencapai 0,17 persen,” kata Kepala BPS Kota Palu G. A Nasser melalui rilis BPS yang diterima media ini, Sabtu (2/7/2022).
Komoditas lainnya yang jadi penyumbang inflasi di Kota Palu adalah kontrak rumah serta bawang merah masing-masing sebesar 0,07 persen. Disusul lemari pakaian serta bioskop masing-masing 0,06 persen.
“Martabak juga memiliki andil terhadap inflasi Kota Palu, yakni sebesar 0,03 persen, serta jagung manis, tomat, pemeliharaan/service serta deodorant masing-masing 0,02 persen,” kata Nasser.
Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi Juni 2022 adalah ikan selar/ikan tude sebesar 0,17 persen.
Minyak goreng sebesar 0,05 persen, ikan ekor kuning serta ikan cakalang/ikan sisik masing-masing 0,04 persen. Komoditas lainnya yang memiliki andil negatif adalah daging ayam ras sebesar 0,03 persen. Selanjutnya, wortel, sabun cair/cuci piring, udang basah, ikan teri serta bahan bakar rumah tangga masing- masing 0,02 persen.
Adapun kelompok kebutuhan masyarakat penyebab kenaikan indeks harga atau inflasi adalah
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,05 persen. Diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,04 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,77 persen, serta kelompok kesehatan 0,45.
Sebaliknya, penurunan indeks harga/deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pakaian dan alas kaki yang masing- masing memiliki indeks sebesar 0,09 persen. “Sedangkan pada kelompok pendidikan pada bulan Juni terpantau stabil,” kata Nasser.
Ia menambahkan, laju inflasi tahun kalender pada bulan Juni 2022 sebesar 3,24 persen dan inflasi year on year (Juni 2022 terhadap Juni 2021) sebesar 4,90 persen. (bid/paluekspres)






