Sabtu, 8 Agustus 2026

Komisi IV DPRD-Dinkes Parimo Bahas Dana Non Kapitasi yang Belum Terbayarkan sejak 2020

Sejumlah kepala Puskesmas saat menghadiri RDP bersama komisi IV DPRD Parimo. Foto - Aswadin/PE

PALUEKSPRES, PARIMO – Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi .Moutong (Parimo) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan setempat, membahas soal dana non kapitasi yang belum dibayarkan kepada seluruh Puskesmas di wilayah Parimo.

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin langsung oleh ketua komisi IV, Arifin Dg Palallo didampingi sekretaris, Ni Wayan Leli Pariani dihadiri sejumlah anggota komisi IV lainnya, beserta puluhan kepala Puskesmas di ruang aspirasi, Senin (22/8/2022).

Menurut Arifin, persoalan mengenai dana non kapitasi yang belum terbayarkan di sejumlah Puskesmas ini, informasi muncul dari masyarakat ketika anggota DPRD Parimo melaksanakan reses di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

“Persoalan dana non kapitasi yang belum dibayarakan apakah Dinkes tahu, atau pura-pura tidak tahu. Persoalan ini didapatkan ketika kami reses di dapil masing-masing. Hal ini muncul dari masyatakat, sehingga saya mengejar persoalan ini ke sejumlah Puskesmas,” ungkapnya.

Awalnya, ia mengira setelah urusan dana non kapitasi ini muncul hanya persoalan pada tahun 2022. Ternyata, masalah pembayaran yang belum terselesaikan adalah sejak dari tahun 2020 sampai 2022.

“Awalnya, dalam pemikiran saya yang tahun 2022 tidak terbayarkan. Namun, setelah saya lihat nota ternyata dari tahun 2020 dana ini belum terbayarkan, coba bayangkan sedangkan kita ini sudah di tahun 2022,” ujarnya.

Dengan begitu kata dia, pihaknya mengundang pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk hadir dalam rapat dengar pendapat guna memastikan seperti apa alur pembayaran dana non kapitasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Puskesmas Moutong, Yaser Syam selaku perwakilan dari sejumlah kepala Puskesmas mengatakan, dari tahun 2020 sampai dengan 2022, terkait dengan klaim dana non kapitasi JKN tahun 2020 untuk Puskesmas Moutong belum terbayarakan sejak bulan Oktober, November, dan Desember.

“Kemudian, yang bulan Marer-April, itu bermasalah dan juga belum dibayarkan. Sehingga tahun 2020, lima bulan belum dibayarkan, kalau dihitung totalnya, senilai Rp 100 juta lebih,: ungkapnya.

Selanjutnya, untuk tahun 2021 juga belum terbayarkan, mulai bulan Agustus sampai Desember. Kemudian, pada tahun 2022, semua Puskesmas belum terbayarkan yakni, mulai bulan Januari-Juli. Sebab, bulan Agustus sementara jalan.

“Sehingga, harapan kami untuk Dinas Kesehatan, karena hal ini menyangkut dengan masyarakat miskin terutama kami di Puskesmas Moutong yang merupakan wilayah paling ujung dibagian utara kabupaten terkait rujukan, itu sangat susah.” terangnya.

Karena, masyarakat nantinya akan menanyakan tentang pengembalian dana tersebut. Sebab, menurut dia pihaknya tidak memiliki dana talangan untuk membayar apabila ada pasien yang dirujuk ke RSUD Anuntaloko Parigi.

“Dan ini harus menjadi perhatian untuk Dinas kesehatan. Sehingga, ini akan ketahuan jika Dinkes tidak membayarkan dana itu ke kami. Sebab, mereka terus menanyakan hal ini pada kami, kemudian mereka tidak puas dan melapor lagi ke anggota dewan,” ujar Yaser. (asw/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital