Minggu, 9 Agustus 2026

Dua Kakek Ini Ngotot Temui Raja Salman demi Jual Batu Soekarno

BADUNG, PE – Petugas kepolisian yang menjaga kawasan St Regis Hotel di Nusa Dua, Bali lagi-lagi mengamankan orang yang berniat menemui Raja Salman bin Abdulaziz. Kali ini ada dua pria uzur yang hendak menemui raja berjuluk khadimul kharamain itu untuk menawarkan batu langka.

Peristiwanya terjadi pada Sabtu (11/3) pukul 10.00 waktu Indonesia tengah (WITA). Ada pria bernama Herry Gunawan (74) asal Pekalongan dan Sangga Rustandi (69) asal Bandung yang ingin bertemu dengan Raja Salman.

Sumber Jawa Pos Radar Bali mengungkapkan, Herry dan Sangga tiba di Bali pada Kamis (9/3) menggunakan pesawat Citilink yang mendarat di Bandara Ngurah Rai pukul 18.30  (WITA). Setibanya di Bali, kedua orang yang mengaku nonmuslim itu menuju Denpasar untuk menemui seseorang bernama Mahendra.

Selanjutnya, Herry -warga Cidadap, Pekalongan, Jawa Tengah- dan Sangga -berdomisili di Paledang, Kecamatan Lengkong, Bandung- menginap di Bedrock Hotel, Kuta, Kabupaten Badung. “Keduanya berniat menemui Raja Salman,” ujar seorang sumber dari Satgas Intel yang bertugas di kawasan St Regis Hotel, Nusa Dua, Badung, Bali.

Hingga akhirnya pada Sabtu (11/3), kedua orang itu sekitar pukul 09.00 WITA meninggalkan hotel menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi DK 704 GO menuju Gereja Maria Bunda di Puja Mandala, Kuta Selatan. Keduanya lantas mengikuti kebaktian.

Selepas kebaktian, Herry dan Sangga sangat yakin bisa memasuki kawasan St Regis Hotel. Namun, niat kedua orang itu dihadang petugas keamanan.

“Selanjutnya diamankan oleh unit Raimas (pengurai massa, red) Polresta Denpasar dan dibawa ke Polsek Kuta Selatan,” tutur sumber itu.

Dari hasil interogasi, terungkap motivasi kedua orang itu. Yakni menemui Raja Salman untuk menjual batu bergambar Presiden RI Soekarno.

“Bila bisa bertemu (Raja Salman, red) bakal dipublikasikan. Karena Raja dianggap orang sosial, di samping itu ada keinginan untuk menjual sebuah batu yang bergambar Soekarno,” sambungnya.

Polisi juga memeriksa telepon seluler dan akun media sosial mereka. Namun, dari proses pemeriksaan tidak ditemukan adanya hal membahayakan dari kedua pria sepuh itu.

“Tidak ada SMS maupun Facebook yang mengarah akan melakukan kegiatan sabotase terhadap rombongan Raja Salman dan hujatan terhadap pemerintah maupun mengarah ke radikalisme,” pungkasnya.

(dre/jpg/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital