Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Soal Hutan Kota, Hidayat Persilahkan Warga Tempuh Jalur Hukum

Walikota Palu, Hidayat

PALU, PE – Walikota Palu Hidayat mempersilahkan warga yang mengklaim lahan di lokasi hutan kota (Arboretum) Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Palu menempuh jalur hukum. Pernyataan ini untuk menanggapi upaya klaim sekelompok warga yang mengaku pewaris lahan tersebut.

“Kalau merasa memang punya bukti alas hak, ya silahkan tempuh jalur hukum,” tegas Hidayat dalam focus discussion group (FGD) pekerjaan detailed engineering disign (DED) bersama tim penyusun master plan hutan kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa 21 Maret 2017.

Namun Hidayat mengaku, lahan tersebut sejak puluhan tahun silam lahan tersebut  tidak pernah dikuasai kelompok masyarakat manapun. Bahkan lahan seluas kurang lebih 62 hektar itu sejak 1972 sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan kota oleh Kementerian Kehutanan.

Ditambah lagi, tidak ada satupun literatur sejarah yang membuktikan bahwa lahan itu pernah di kelola masyarakat. Status lahan itu menurut Hidayat kini dalam kuasa pengelolaan Pemkot Palu setelah dilimpahkan oleh Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Jadi sejak dulu itu tidak pernah ada kelompok masyarakat yang mengelola di sana. Kenapa sekarang baru ramai-ramai mau diklaim. Katanya milik nenek moyang. Nenek moyang dari mana?,” tanya Hidayat.

Status penguasaan lahan oleh Pemprov Sulteng pun terangnya juga tercatat di badan pertanahan nasional (BPN) Palu.

“Ya saya cuma mau bilang sudahlah main-main dengan itu. Karena lahan itu juga nantinya kita kembangkan untuk kepentingan bersama yang bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Terkait rencana pengembangan hutan kota, pihaknya kata Hidayat tahun ini mulai menganggarkan pematangan lahan melalui dinas pekerjaan umum. Bersamaan dengan itu, tim penyusun master plan penataan ITB dan Untad Palu tengah merampungkan DED konsep penataan hutan kota.

“Tahun ini sudah harus mulai pengerjaan. Kita mau percepat. Bila perlu sebelum masa jabatan saya berakhir itu sudah selesai,”katanya.

Menurutnya, pengembangan kawasan hutan kota itu diharap menjadi daya tarik wisatawan. Tujuannya agar Palu dimasa mendatang bisa menjadi salahsatu kota tujuan destinasi. “Ini karena kita di Palu tidak punya sumber daya alam untuk dikembangkan. Makanya kita mendorong dari sektor pariwisata,”pungkasnya.

Dia pun meminta perencanaan yang telah disusun tetap berjalan seperti biasa. “Walapun ada klaim-klaim saya minta instansi tetap melaksanakan apa yang telah direncanakan,”pungkasnya.

Dalam DED master plan, kawasan itu nantinya akan disulap dengan konsep hutan kota yang didalamnya terdapat beragam fasilitas. Disamping itu, kawasan itu akan ditanami ribuan pohon untuk membangun kesan hutan alami.

Fasilitasnya antara lain lapangan olahraga, pusat kuliner, komplek pasar seni, penangkaran hewan endemik serta tanaman endemik Palu. Termasuk dipersiapkan sebagai lokasi penyelenggaraan  Festival Pesona  Palu Nomoni.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital