Minggu, 9 Agustus 2026

Astaga, Nusakambangan Jadi Pusat Kendali Teroris?

JAKARTA, PE – Lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah diduga menjadi markas pengendali gerakan terorisme di Indonesia.

Hal ini terbukti karena terpidana kasus terorisme Iwan Darmawan Mutho alias Muhammad Rois yang mendekam di Lapas Nusakambangan ternyata memiliki komunikasi yang intens dengan teroris yang belum tertangkap.

Ini diketahui usai dilakukan pemeriksaan terhadap teroris bernama Suryadi Mas’ud.

Meski ada di balik jeruji besi sekelas Nusakambangan, ternyata napi itu tetap bisa berkomunikasi.

Menyikapi hal itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan bahwa pengawasan narapidana di Nusakambangan bukanlah menjadi tanggung jawab Polri.

Melihat hal itu Polri terus mendalami jaringan teroris yang di bawah pimpinan Suraydi Mas’ud.

Di mana ada tujuh anggota teroris yang sempat ditangkap bersamanya di sejumlah wilayah di Banten dan Jawa Barat.

Menurut Martinus, Suraydi sempat berkomunikasi dengan terpidana kasus terorisme Iwan Darmawan Mutho alias Muhammad Rois yang mendekam di Lapas Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah.

“Dari pengakuan yang bersangkutan(Suryadi) bahwa dia digerakkan pada saat kunjungan ke sana (Nusakambangan),” kata Martinus.

Dia juga berkata, komunikasi antara Suryadi dengan Muhamad Rois bukanlah melalui handphone.

Namun Suryadi menemui langsung Muhammad Rois ke Nusakambangan.
“Jadi komunikasinya bertemu langsung,” sambung dia.

Penyidik Densus 88 Antiteror kata dia masih mendalami apakah Muhammad Rois ini juga melakukan hal yang sama ke jaringan sel teroris lainnya di Indonesia.

“Tapi ini perlu dilakukan upaya pendalaman. Apakah narapidana atas nama R (Muhammad Rois) ini juga melakukan hal yang sama terhadap kelompok yang lain. Namun dari pemeriksaan SM (Suryadi) sudah cukup banyak yang diberikan informasi kepada pihak penyidiknya,” tambahnya.

Sebelumnya Suryadi ditangkap di hari yang sama dengan tujuh terduga teroris lainnya Kamis 23 Maret 2017.

Suryadi Mas’ud alias Abu Ridho ditangkap Hotel Lafa Park Family di Jalan Pasanggrahan Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur sekira pukul 05.00 WIB.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital