Senin, 10 Agustus 2026

Fathur Razaq Anwar Jadi Produser Eksekutif, 7 Lagu Legendaris Hasan Bahasyuan Dirilis Ulang Bernuansa Modern

PALU, PALUEKSPRES.COM – Sebuah kolaborasi kreatif antara Hasan Bahasyuan Institute (HBI) dan grup musik lokal The Mangge resmi mengumumkan proyek ambisius untuk merilis ulang tujuh lagu legendaris karya maestro seni budaya Sulawesi Tengah, Hasan Bahasyuan. Proyek ini mendapat suntikan semangat baru dengan keterlibatan langsung Fathur Razaq Anwar sebagai Produser Eksekutif.

Fathur Razaq yang dikenal aktif dalam mendorong kreativitas anak muda di Sulteng menyebut, project ini adalah bentuk kepeduliannya terhadap kekayaan intelektual daerah yang selama ini belum mendapatkan perhatian maksimal. Ia berharap upaya ini dapat menjadikan Sulawesi Tengah tidak hanya dikenal dari sumber daya alamnya, tetapi juga dari kekuatan budayanya di mata dunia.

“Sulteng selain memiliki sumber daya alam yang kaya, kita juga memiliki kekayaan intelektual yang luar biasa, tetapi kurang perhatian. Apapun yang bisa kami lakukan, yang penting Sulteng bisa dikenal di luar negeri serta meningkatkan kualitas karya musik,” tegas Fathur Razaq dalam konferensi pers bertajuk a(R)tribut yang digelar di Kampung Nelayan, Palu, Selasa (10/6/2025).

Direktur HBI Zul Fikar Usman menjelaskan, proyek ini bukan sekadar pelestarian, tapi juga sebuah langkah strategis untuk promosi pariwisata dan diplomasi budaya Sulawesi Tengah. Dengan sentuhan musik modern namun tetap mempertahankan ruh nostalgianya, tujuh lagu legendaris ini diharapkan bisa menjangkau pendengar lintas generasi.

“Karya Hasan Bahasyuan sangat penting dalam perkembangan seni budaya kita. Ini adalah spirit agar kita di zaman sekarang bisa lebih kreatif, namun tetap mengakar,” kata Zul Fikar.

Rian Fauzi dari The Mangge turut menjelaskan bahwa aransemen baru ini tetap menghormati bentuk asli lagu-lagu tersebut. Mereka bahkan menggandeng vokalis dari paduan suara, sanggar seni, hingga orkestra dari berbagai daerah di Sulteng. Proses produksi dilakukan di luar daerah karena keterbatasan fasilitas rekaman di Palu, dan diperkirakan memakan waktu hingga 30 hari.

Tujuh lagu yang akan dirilis ulang antara lain Palu Ngataku, Randa Ntovea, Kaili Kana ku Tora, Putri Balantak, Posisani, Poiri Ngoviana, dan Salandoa. Proyek ini akan berjalan dengan tahapan yang matang, mulai dari riset dan dokumentasi di Juli–September 2025, produksi dan showcase nasional pada Oktober–Desember 2025, hingga tur internasional serta distribusi digital sepanjang Januari–Mei 2026.

Dengan kepemimpinan kreatif Fathur Razaq Anwar sebagai produser eksekutif, proyek ini tidak hanya menandai kebangkitan kembali karya Hasan Bahasyuan, tetapi juga menjadi momen penting dalam mengangkat martabat budaya Sulawesi Tengah di kancah nasional dan internasional. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization