Minggu, 27 September 2026

Komisi II DPR RI Minta Kementerian ATR/BPN Tinjau Ulang Kebijakan Bank Tanah di Lembah Napu

Jakarta, PaluEkspres.com – Konflik agraria di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali menjadi perhatian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Badan Bank Tanah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan masyarakat terdampak dari Sulteng dan Sumatera Selatan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra Longki Djanggola dalam forum tersebut meminta pemerintah meninjau kembali implementasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Bank Tanah di kawasan dataran tinggi Napu karena dinilai memicu keresahan sosial dan ketidakpastian hukum di tengah masyarakat.

Menurut Longki, konflik di Lembah Napu tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan administratif pertanahan semata, melainkan telah menyangkut ruang hidup masyarakat, sejarah penguasaan lahan, hak sosial-ekonomi warga, hingga stabilitas sosial di daerah.

“Konflik pertanahan di Lembah Napu tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan
administratif, tetapi menyangkut ruang hidup masyarakat, sejarah penguasaan tanah, hak sosial-ekonomi warga, serta stabilitas sosial daerah. Karena itu negara harus hadir secara adil, humanis, dan mengedepankan dialog, bukan pendekatan represif,” kata Longki.

Mantan Gubernur Sulawesi Tengah dua periode itu mengaku telah turun langsung ke wilayah konflik saat masa reses guna mendengarkan aspirasi masyarakat di Kecamatan Lore Utara, Lore Timur, dan Lore Piore.

Ia mengatakan masyarakat di sedikitnya lima desa, yakni Desa Alitupu, Desa Winowanga, Desa Maholo, Desa Kalemago, dan Desa Watutau, hingga kini masih merasa belum memperoleh kejelasan dan perlindungan hak atas lahan yang masuk dalam skema HPL Badan Bank Tanah.

“Saya datang langsung ke wilayah itu sampai reses, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat. Kami membuktikan hari ini bahwa keresahan masyarakat memang nyata,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Longki juga menyoroti pendekatan pemerintah yang dinilai terlalu legal-formal dalam penetapan HPL tanpa komunikasi yang memadai dengan masyarakat adat dan pemerintah daerah.

“HPL terlalu cepat diputuskan oleh kementerian. Harusnya dikomunikasikan dengan masyarakat adat setempat,” katanya.

Ia juga menyatakan usulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terkait adanya ruang kelola masyarakat yang sudah eksisting di dalam area HPL Bank Tanah, seperti sawah, kebun, padang penggembalaan, kolam ikan air tawar, hingga permukiman warga dapat dijadikan enclave.

Menurut dia, fakta tersebut harus menjadi perhatian serius dari Kementerian ATR/BPN agar hak dan sumber penghidupan masyarakat tetap terlindungi. Ia meminta agar HPL Bank Tanah itu dapat ditinjau kembali sehingga masalah ini tidak terkatung-katung.
Ia juga menilai munculnya proses hukum terhadap sejumlah warga dalam konflik penguasaan lahan menjadi alarm serius dalam tata kelola pertanahan nasional.

“Kalau petani kecil sampai dikriminalisasi karena persoalan tata kelola pertanahan yang belum sepenuhnya jelas, maka berarti ada problem besar dalam pendekatan kebijakan kita,” ujarnya.

Longki juga menyinggung capaian redistribusi reforma agraria di Sulawesi Tengah.
Berdasarkan paparan dalam rapat, target awal redistribusi tanah di Sulawesi Tengah sebesar 8.000 bidang, namun realisasi efektifnya tinggal sekitar 1.243 bidang.

Sementara sejumlah wilayah seperti Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong masih berada dalam tahap proses Surat Keputusan Tanah Objek Reforma Agraria (SK TORA).

Menurut dia, persoalan tumpang tindih tata ruang, kawasan hutan, konflik sosial, hingga lemahnya koordinasi antar-instansi menjadi hambatan utama yang perlu segera diselesaikan pemerintah.

Koalisi Kawal Pekurehua Minta HPL Dicabut

Dalam RDPU tersebut, Koalisi Kawal Pekurehua yang diwakili Christian Toibo turut menyampaikan tuntutan agar Menteri ATR/BPN mencabut atau membatalkan HPL Badan Bank Tanah di kawasan dataran tinggi Napu.

Koalisi menilai klaim HPL Badan Bank Tanah bertentangan dengan prinsip keadilan agraria, melanggar hak masyarakat adat, serta tidak sejalan dengan amanat Undang-Undang Pokok Agraria dan UUD 1945.

Selain itu, koalisi juga menilai penerbitan HPL tersebut berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria Eva Bande dalam forum itu meminta pemerintah mengedepankan penyelesaian berbasis dialog dan menghentikan pendekatan represif terhadap masyarakat.

Sementara Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido menyampaikan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam penyelesaian konflik agraria di Sulawesi Tengah.

RDP dan RDPU yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong dan Dede Yusuf berlangsung selama lebih dari tiga jam.

Dalam kesimpulan rapat, Komisi II DPR RI meminta Kementerian ATR/BPN, Badan Bank Tanah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Poso meninjau ulang lokasi dan luas HPL Bank Tanah di wilayah Poso sebelum pelaksanaan reforma agraria minimal 30 persen pada lahan seluas 6.648 hektare direalisasikan.

Komisi II DPR RI juga meminta seluruh realisasi HPL Bank Tanah untuk reforma agraria, kepentingan umum, pembangunan, dan pemerataan ekonomi ditinjau ulang agar kehadiran Badan Bank Tanah benar-benar menjadi solusi bagi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (P4T) yang berkeadilan.

Pada kesempatan yang sama, Bahtra Banong dari Fraksi Partai Gerindra mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen untuk mendahulukan kepentingan publik dan merespons cepat aspirasi masyarakat.

Menurut dia, kurang dari satu bulan setelah kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Palu, Sulawesi Tengah, pihaknya langsung menjadwalkan RDPU dengan masyarakat Poso sebagai bentuk tanggung jawab DPR dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“Ini bentuk keseriusan kami agar persoalan masyarakat bisa didengar langsung dan dicarikan solusi bersama,” tutup Bahtra. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam