Jumat, 25 September 2026

Produksi Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton per Agustus 2026, Perkuat Swasembada Pangan RI

Jakarta, PaluEkspres.com – Produksi beras dalam negeri untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diprediksi mencapai 25,28 juta ton. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi ini meningkat 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional. Hal ini juga memperkuat optimisme Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.

“Produksi beras sepanjang Januari-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau meningkat sebesar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Ini sejalan dengan perkiraan kami bahwa pada periode Juni-Agustus akan terjadi kenaikan produksi beras menjadi 8,42 juta ton atau naik 1,17 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Ateng melanjutkan, BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 8,42 juta ton, meningkat 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menegaskan peningkatan produksi beras tersebut ditopang oleh produksi padi yang juga mengalami kenaikan. BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG).

Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 14,61 juta ton GKG. Ini meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025,” ucapnya.

Ateng menjelaskan kenaikan produksi ini berjalan seiring bertambahnya luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Selanjutnya, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

“Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ateng.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian. Mulai dari percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berpihak pada petani.

“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Amran.

Amran menegaskan tren peningkatan produksi yang terus terjaga tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, sehingga menempatkan Indonesia di posisi empat besar produsen beras terbesar di dunia.

“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar. Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar dia.

Pemerintah akan terus menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional, di antaranya dengan membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi, memperluas area tanam, mengoptimalisasi lahan rawa, mengembangkan mekanisasi pertanian, mendorong penggunaan benih unggul, serta memperkuat hilirisasi pertanian.

“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik. Dengan kerja bersama, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Amran.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam