Jumat, 18 September 2026

Pikiran Kritis untuk Masa yang Kritis, Catatan dari Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia

Tasrief Siara

Oleh Tasrief Siara

PIKIRAN kritis untuk masa yang kritis. Peran media dalam memajukan masyarakat yang damai, adil dan inklusif.  Itu adalah tema besar yang diusung dalam peringatan  World Press Freedom Day  (WPFD) yang berlangsung pekan kemarin (1-5 Mei 17) di Jakarta Convention Center.

Sebagai bagian dari 1.608 jurnalis dari 94 negara yang menghadiri hari kebebasan pers sedunia, saya merekam dengan penuh keriangan akan kemajuan kebebasan pers Indonesia jika dibandingkan dengan sejumlah negara.

Catatan UNESCO yang menjadi sponsor hari kebebasan pers sedunia itu melaporkan, setiap 3-5 hari terbunuh satu orang wartawan di dunia.  Tema berpikir kritis untuk waktu yang kritis itu ditetapkan karena pers dunia menghadapi kondisi kritis.

Transformasi kekuasan di Indonesia dari negara otoriter ke negara demokratis  ternyata membelakkan mata dunia. Karena itu, kemerdekaan pers di negeri ini menempatkan posisi Indonesia setara dengan Negara-negara besar yang telah ratusan tahun menjalani proses demokrasi.

Seperti yang terungkap  pada sesi diskusi Rencana Aksi PBB untuk Keselamatan Wartawan  dan Isu Impunitas dan Dampaknya di Kawasan Asia Tenggara, salah seorang praktisi media dari Afganistan, Najiba Ayubi, Direktur Pelaksana The Killid Group memaparkan, kondisi jurnalis di negaranya terbilang paling tak aman di dunia.

Taliban sangat sering melakukan sweping ke media di sana. Taliban kadang memaksakan beritanya untuk dimuat di media cetak dan elektronik dengan ancaman jika tak memberitakannya.

Di forum WPFD itu, Najiba Ayubi juga menggugat media-media Internasional karena tipisnya sensitifitas mereka dalam  memberitakan kasus kekerasan di negara seperti Afganistan dan negara lainya. Ada ratusan nyawa melayang setiap saat di Afganistan tapi media-media arus utama hanya diam.

Tapi satu nyawa tertembak di Amerika kata Ayubi, media Internasional sangat ramai memberitakan dengan up date setiap hari. “Apakah nyawa rakyat Afganistan tak berharga di mata media barat?”. Begitu Ayubi mengekspresikan kemarahannya.

Di Pakistan lain lagi ceritanya. Laporan korupsi belum diberitakan, tapi pelaku korupsi sudah mengatahui lebih awal.

Sejumlah aktivis Hukum, NGO dan Jurnalis di Pakistan telah bersatu untuk menyusun draft undang-undang perlindungan jurnalis, namun anehnya pemilik media tak bersedia bergabung.

Jurnalis Maria Resa dari Philipina juga memaparkan jika tak ada undang-undang yang  melindungi jurnalis bekerja di sana. Lembaga media tempat wartawan bekerja juga tak melindungi jurnalisnya. Wartawan  Phlipina kata Maria Resa sedang dilatih bagaimana cara melindungi diri saat meliput.

Hal senada dikatakan  Muthia Hafid anggota Komisi I DPR. Di forum itu Muthia mengatakan, jurnalis Indonesia saat ini sedang menikmati kebebasan pers namun mereka lupa bagaimana cara melindungi diri sendiri.

Itulah sebagian kecil kisah getir jurnalis bekerja di sejumlah negara. Kejadian seperti itu nyaris tak lagi terdengar di Indonesia. Namun di sisi yang lain, kemajuan teknologi komunikasi di era kebebasan bereksperesi yang disertai  hadirnya jejaring  perangkat digital  dan media sosial, ternyata melahirkan sejumlah implikasi sosial.

Melalui perangkat media sosial itu, nyaris setiap saat kita mendapatkan berita palsu (fake news) yang memiliki daya rusak yang sangat besar ketika dipadu dengan ujaran kebencian. Masalah seperti ini nyaris terjadi di seluruh dunia.

Richard Gingras Direktur Divisi Berita Google pada salah satu sesi diskusi forum WPFD mengatakan, berita hoax  atau berita palsu saat ini telah memasuki jantung jurnalisme professional. Inilah salah satu masalah dan  ancaman kebebasan pers saat ini.

Indonesia terbilang sukses menjadi penyelenggara WPFD 2017 ini. Sejumlah jurnalis dunia puas atas penyelenggaraan hari kebebasan pers sedunia itu. UNESCO, Pemerintah Indonesia dan Dewan Pers sangat cerdas memadukan diskusi-diskusi kritis diselingi pertunjukan kebudayaan yang memukai jurnalis dunia.

Sayangnya, dalam setiap forum diskusi kritis yang berlangsung secara parallel di berbagai kelas dengan narasumber kelas dunia, jurnalis dan praktisi media di Indonesia paling sedikit jumlahnya di setiap kelas. Padahal lebih  dari 60 % dari Indonesia dari 1.608 jurnalis dari 94 negara yang menghadiri hari kebebasan pers sedunia itu.

Penulis adalah praktisi komunikasi massa

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam