Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Masyarakat Sulteng Masih Berorientasi Pegawai

PALU EKSPRES, PALU – Pola pikir masyarakat Sulteng umumnya masih menjadikan pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pilihan untuk bekerja. Orientasi itu bahkan masih menjadi pola pikir dikalangan lulusan sarjana.

Demikian pendapat Asisten Pemerintahan, Hukum dan Politik sekretariat daerah Pemprov Sulteng, Hidayat Lamakarate, usai mengukuhkan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sulteng dan tiga dewan pengurus daerah (DPD) Himpunan Pimpinan Pendidik Pelatihan Ketenagakerjaan Kewirausahaan (HP3KI), di gedung pogombo kompleks Kantor Gubernur Sulteng baru-baru ini.

Menurutnya, ada puluhan ribu lulusan sarjana yang ditelurkan  perguruan tinggi di Sulteng setiap tahunnya. Misalnya Universitas Tadulako (Untad) Palu, dalam setahun   rata-rata dalam menelurkan 5000 sarjana.  Semua lulusan sarjana itu masih berorientasi menjadi pegawai.

Padahal kata Hidayat, kemampuan pemerintah daerah hanya bisa merekrut 200an pegawai dalam setahun.
“Begitu juga di sektor swasta hanya mampu merekrut 100 atau 20dalam setahun Maka itu saya harap HP3KI dapat mencetak para wirausahawan disini guna membantu pemerintah daerah mengatasi pengangguran,”kata Hidayat.

Pemerintah daerah menurutnya memang perlu mengarahkan masyarakat mengubah pola pikir dan membimbing agar tertarik serta menekuni dunia kewirausahaan.

Sebab dunia usaha dapat menyerap banyak tenaga kerja baru serta menggerakan perekonomian. Hal Itu sejalan dengan misi pertama pembangunan Sulteng, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Karena itu HP3KI diharap dapat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sumberdaya lokal, dengan cara meningkatkan dan pengetahuan masyarakat umum serta mempercepat kewirausahaan guna menekan angka kemiskinan dan pengangguran terdidik di Sulteng.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital