Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Bupati Tak Mau Tempati Rumah Dinas, Eh Jadi Tempat Mesum dan Mabuk-mabukan

PALU EKSPRES, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal telah membangun rumah dinas untuk bupati. Namun, kondiri rumah dinas bupati yang terletak di Kelurahan Jetis, Kecamatan Kendal Kota itu justru terbengkalai karena belum dipakai.

Karena tak kunjung dipakai, maka kompleks rumah dinas bupati itu pun terlihat seperti tak terurus. Bahkan di bagian gerbang depan sering kali dijadikan tempat mesum dan mabuk-mabukan.

Sebagaimana diberitakan Radar Pekalongan, di kompleks rumah dinas bupati Kendal banyak bungkus obat batuk cair berserakan. Diduga, obat batuk cair dipakai untuk campuran minuman keras oplosan.

Padahal, kompleks rumah dinas bupati Kendal yang luasnya mencapai 4 hektare itu dibangun dengan biaya Rp 15 miliar. Namun, kini kondisinya rusak sebagian karena tak terawat.

Siapa pun bisa masuk kawasan rumah dinas bupati Kendal. Apalagi lokasinya di wilayah terbuka dan dikelilingi areal persawahan.

Warga Jetis, Kasiyanto mengatakan, rumah dinas bupati itu memang minim penerangan. Saat malam hari pun justru digunakan anak-anak muda untuk mesum dan mabuk-mabukan.

“Kalau malam kan di sana gelap. Banyak anak muda nongkrong mabuk-mabukan bahkan pacaran. Padahal kan semestinya itu bukan untuk mesum,” kata warga yang berprofesi sebagai petani itu.

Sementara Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal Subarso mengatakan, pihaknya memang menerima laporan tentang anak-anak muda yang mabuk-mabukan ataupun pacaran di rumah dinas bupati itu. Menurutnya, di kompleks rumah dinas bupati tidak hanya ditemukan bungkus obat batuk cair, tetapi juga kondom bekas.

Subarso mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah sering meggelar operasi di rumah dinas bupati itu. Namun, Satpol PP kesulitan menangkap basah okum-oknum yang menyalahgunakan lokasi kompleks rumah dinas bupati.

“Karena banyak celah untuk keluar, apalagi kondisi sekitar juga gelap,” katanya.

Sedangkan Bupati Kendal Mirna Annisa menyatakan keengganannya menempati rumah dinas baru itu. Alasannya, rumah dinas baru itu terlalu besar dan jauh dari pusat perkantoran.

Dia justru merasa nyaman menempati rumah dinas yang lama. Sebab, lokasinya lebih dekat dengan pusat perkantoran. “Ini juga menjadikan saya lebih dekat ke masyarakat,” katanya.

(yog/jpg)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital