Minggu, 9 Agustus 2026

18 Ribu Lebih WNI Sudah Daftar Jadi Penduduk Luar Angkasa, Kebanyakan dari Bekasi

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ilmuwan asal Rusia Igor Ashurbeyli tengah mewujudkan mimpin umat manusia untuk tinggal dan menetap di Negara luar angkasa. Proyeknya itu dikenal dengan Asgardia.

Adanya negara di luar angkasa yang bernama Asgardia ini sudah menjadi pembicaraan lama di kalangan pencinta kisah-kisah luar angkasa.

Namun, percaya enggak percaya, ternyata hampir 1.000 orang Bekasi sudah mendaftar menjadi warga negara Asgardia. Hingga artikel ini ditulis, data di asgardia.space menunjukkan bahwa sudah ada 293.773 pendaftar.

Di Indonesia sendiri, sudah sebanyak 18.730 orang mendaftar. Dari jumlah itu, 839 di antaranya dari Bekasi, baik Kabupaten atau Kota Bekasi.

Sementara itu, tercatat pendaftar terbanyak berasal dari Turki dengan jumlah 42.733, disusul Tiongkok dan Amerika Serikat. Sementara Indonesia berada pada urutan keempat.

Ashurbeyli menyebut Asgardia akan menjadi negara yang mengusung demokrasi. Layaknya negara-negara di Bumi, Asgardia juga akan membentuk pemerintahan demokrasi berdasarkan hukum.

Warga negara Asgardia pun nanti diminta untuk turut andil memberikan suara demi sistem perumusan dasar konstitusi negara tersebut.

Tujuan dibangunnya Asgardia didasari 3 asas utama dari aspek ilmu alam dan teknologi.

Pertama, Asgardia didirikan untuk menjamin kehidupan antariksa secara damai. Kedua, Asgardia hadir untuk melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, dan masih banyak lagi.

Seperti dijelaskan Ashurbeyli, Asgardia akan bertempat di sebuah wahana antariksa. Dia menggambarkannya seperti sebiuah stasiun luar angkasa internasional (ISS), dengan ukuran yang lebih megah layaknya pesawat luar angkasa di film-film fiksi ilmiah.

Dia mengambil konsep desain futuristik yang dirancang oleh para pakar dari Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

Wahana bisa menampung setidaknya 150 ribu jiwa. Namun, ke depannya Ashurbeyli ingin menambah ruang wahana Asgardia agar bisa menampung hingga 1,5 juta jiwa.

Ashurbeyli mengatakan, Asgardia diambil dari wilayah hunian para dewa Nors, yakni Asgard. Nama ini juga hadir sebagai kota fiktif yang ada di film Thor.

(dms/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital