Minggu, 9 Agustus 2026
Seleb  

Jeremy Thomas Jadi Tersangka, tapi Kok Pengacara Bilang…

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pasca anaknya terseret kasus narkoba setelah diringkus aparat kepolisian, kini aktor Jeremy Thomas yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.

Penetapan itu membuat era tahun 90-an jadi kebingungan. Dia mengklaim kasus‎ dugaan penggelapan vila di Ubud Bali yang disangkakan telah dihentikan penyidikannya oleh Polda Bali pada 2016 silam.

Amin Zakaria selaku kuasa hukum Jeremy Thomas mengatakan, berdasar surat dari kliennya, kasus tersebut sudah dihentikan penyidikannya.

Hal ini merujuk pada surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari Polda Bali teranggal 12 Agustus 2016, lewat surat keketapan nomor SPPP/728a/VIII/2016/ Ditreskimum tentang Penghentian Penyidikan.

“Jadi memang tidak adanya dugaan tindak pidana penipuan dalam perkara itu,” ujar Amin dalam konfrensi pers di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (12/8).

Amin mengungkapkan, ‎kronologi kejadian tersebut pada saat kliennya bersengketa dengan seorang warga negara asing (WNA) dari Australia, Patrick Alexander Morris pada 2013. Saat itu Jeremy sepakat dengan Morris membangun bisnis spa di kawasan Ubud, Bali.

Setelah itu mereka meminjam uang ke salah satu bank sebesar Rp 17 miliar. Namun Morris mengeluhkan karena dia hanya menerima Rp 1 miliar dari uang yang dipijamkan tersebut. Setelah itu Morris melaporkan Jeremy Thomas ke Polda Bali karena menggelapkan uang pinjaman dari bank.

Padahal, sambung Amin, Moris telah tanda tangan telah menerima uang Rp 17 miliar yang telah dipinjam dari salah satu bank tersebut pada tanggal 25 Februari 2014 silam. “Dalam kuitansi itu menyebutkan dia telah menerima uang dari Jeremy Thomas,” katanya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono ‎mengatakan, artis Jeremy Thomas telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penipuan terkait pengalihan aset vila di Ubud, Bali. Nilai sengketa antara Jeremy dengan seorang warga negara Australia bernama Patrick Alexander itu, disebut-sebut mencapai sebesar Rp 16 miliar.

Argo mengatakan kasus ini sebenarnya diusut oleh Polda Bali, namun telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Polda Bali bahkan telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

(Fajar/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization