Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Konferensi Adhaper Dorong Unifikasi Hukum Acara Perdata

PALU EKSPRES, PALU – Konferensi Nasional IV Asosiasi Dosen Hukum Acara Perdata (Adhaper), yang digelar di Universitas Tadulako (Untad), dianggap menjadi momen tepat untuk mengolah gagasan terkait dengan unifikasi hukum acara perdata secara nasional.

Hal ini disampaikan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI, Ronny F. Sompie, dalam Keynote Speech-nya, mewakili Menteri Hukum dan HAM, pada pembukaan Konferensi Nasional IV Adhaper, di Media Center Untad, Selasa 12 September 2017.

Ronny mengatakan unifikasi tersebut sangat penting, karena hingga kini pengaturan hukum acara perdata masih bersifat pluralisme. Tercatat, ada puluhan pengaturan hukum acara perdata, yang berasal dari sumber hukum acara perdata yang berbeda, sejak zaman Kolonial Belanda, Jepang, hingga zaman Republik Indonesia.

“Selain sumber-sumber di atas, tercatat ada 43 UU yang merupakan ketentuan hukum materiil, tetapi di dalamnya juga mengatur hukum acara, termasuk tentang pembuktian, sebagai hukum formal,” kata Ronny.

Ia melanjutkan, keadaan ini sedikit banyak dapat berpengaruh, terhadap tercapainya ketertiban dan kepastian hukum dalam upaya penegakan hukum.

“Untuk itu, tepat sekali apa yang digagas oleh Adhaper yang bekerja sama dengan Universitas Tadulako, dalam konferensi nasional IV kali ini, untuk menjawab kegelisahan pluralisme Hukum Acara Perdata, yang telah masuk dalam Prolegnas namun hingga sekarang belum juga disahkan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Untad, Prof. Dr. Sulbadana menyebutkan, unifikasi hukum acara perdata yang digagas dalam Konferensi Nasional IV Adhaper, secara umum dilakukan intinya adalah untuk mewujudkan tiga fungsi hukum, yakni keadilan, ketertiban dan kepastian hukum.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital