Minggu, 9 Agustus 2026

Aksi Diam dan Tagar Not My President untuk Halimah Yacob

PALU EKSPRES, SINGAPURA – Lebih dari seratus warga Singapura rencananya menggelar demo di Speaker’s Corner, Hong Lim Park, hari ini. Aksi yang diberi nama Silence Sit-in Protest – #NotMyPresident itu digagas aktivis Gilbert Goh.

Sesuai dengan namanya, para demonstran tidak akan berorasi. Mereka hanya duduk diam sambil membawa tulisan tentang sistem pemilihan presiden yang dianggap tidak demokratis.

Di Singapura, massa tidak bisa melakukan aksi di berbagai tempat. Hanya boleh di Speaker’s Corner. Tapi, tetap harus mendapatkan izin lebih dahulu dari National Parks Board. Massa diminta datang dengan menggunakan baju hitam. Aksi dimulai pukul 16.30–18.30 waktu setempat.

Goh baru mendapatkan izin untuk menggelar aksi tersebut Selasa (12/9) atau sehari setelah Komite Pemilihan Presiden (PEC) menyatakan Halimah Yacob adalah satu-satunya kandidat yang mendapatkan sertifikat kelayakan.

Goh dan sebagian rakyat Singapura tak terima dengan sistem pemilu yang membuat Halimah melenggang ke kursi presiden tanpa ada lawan. Tanpa adanya pemungutan suara, yang terjadi saat ini sama saja dengan penunjukan presiden, bukan pemilihan presiden.

Kamis (14/9) Halimah secara resmi dilantik sebagai presiden ke-8 Singapura. Namun, Goh dan para pendukungnya tetap bersikukuh menggelar protes tersebut.

Hingga kemarin, Jumat (15/9), sudah ada 150 orang yang menyatakan bakal hadir dalam aksi yang digagas Goh itu.

Tak semua yang datang sepakat dengan tagar #NotMyPresident yang menyerang Halimah Yacob. Sebab, sebagian merasa Halimah tak bersalah, tapi sistem pemilunya.

”Kami tidak mendukung #NotMyPresident dan serangan pada Halimah Yacob, tapi kami sangat muak dengan sistem ini yang membuat pemerintah bisa mencabut hak kami untuk memberikan suara,” tulis Rachel di akun Facebook Gilbert Goh. Rachel dan beberapa temannya memastikan bakal datang ke aksi hari ini.

Dalam beberapa unggahannya, Goh memang menyindir Halimah dan People’s Action Party (PAP). Sebelum mencalonkan diri, Halimah adalah anggota PAP.

”Jesus mengubah air menjadi anggur. PAP mengubah (etnis, Red) India menjadi Melayu,” tulisnya.

Yacob, ayah Halimah, beretnis India. Darah Melayu mengalir dari ibunya, Maimun Abdullah.

(Mothership/SCMP/sha/c10/any)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital