Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Gambaran Indeks Demokrasi Sulteng

PALU EKSPRES, PALU -Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulteng dinilai agak sulit meng-cover wajah demokrasi secara utuh terkait pilihan metode yang digunakan. Turunnya indeks aspek kebebasan dan aspek hak-hak politik menjadi sangat nampak akan hal tersebut.

“Saya kira ini berbeda dengan indeks aspek lembaga yang biasanya akan naik ketika instrumen pelembagaan demokrasi sedang bekerja efektif, seperti adanya pemilu,” kata pengamat politik dari Untad Dr. Alamsyah Nur kepada media ini, Selasa (19/9/2017), menyikapi IDI yang dirilis BPS Sulteng baru-baru ini.

Tahun 2016 di Sulteng kata dosen Fisip Untad ini, merupakan tahun yang jauh dari hiruk pikuk tersebut. “Kenyataannya, ada kenaikan pada aspek tersebut,” kritiknya.

Memang IDI lanjutnya, menjadi strategis bagi Sulteng karena stigma daerah konflik yangg membutuhkan investasi dan pertumbuhan, yang bisa diyakinkan dengan instrumen-instrumen pada IDI.

“Saran saya dalam pengelolaan metode penulusuran data utamanya FGD yang dilakukan agar melibatkan kelompok-kelompok yang intens dengan demokrasi dan politik secara ilmiah, utamanya kampus,” sarannya. Keberagaman informan dalam triangulasi, juga perlu diperhatikan agar ada validitas yang lebih meyakinkan. Termasuk dalam peggunaan media mainstream agar mempertimbangkan content local berita dalam peruntukannya.

Namun secara umum tambahnya, hasil IDI tersebut menunjukkan hal yang tidak begitu penting bagi iklim politik, utamanya investasi di daerah ini.

Sebelumnya, Peran DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendapat rapor merah berdasarkan perkembangan variable Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulawesi Tengah tahun 2016.

Hal itu terungkap dalam laporan BPS Provinsi Sulteng yang disampaikan oleh Kepala BPS Sulteng, Faisal Anwar pada pers confrens, Kamis (14/9/2017), di kantor BPS Sulteng.

Peran DPRD di Sulteng mendapat rapor merah alias katagori buruk, terlihat pada variabel peran DPRD pada 2016 yang mendapat poin 48,28 di skala 0-100. Walau di satu sisi, poin variabel peran DPRD mengalami kenaikan dibandingkan capaian tahun 2015 sebelumnya, yakni 41,59 poin namun masih berada di zona katagori buruk.

“Katagori buruk berada di angka 60 ke bawah, katagori sedang 60-80 sedangkan katagori baik di atas angka 80,” kata Kepala BPS Sulteng Faisal Anwar didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial, Sarmiati.

Pers Confrens tersebut dihadiri Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Sulteng Sofyan Farid Lembah, perwakilan Kesbangpol Provinsi Sulteng dan perwakilan Bappeda Provinsi Sulteng.

Faisal melanjutkan, indikator pendukung peran DPRD yang masuk zona buruk tersebut, di antaranya akibat Perda yang merupakan inisiatif DPRD selama 2016 adalah nihil alias nol. Zona buruk tersebut merupakan kelanjutan capaian tahun 2015 lalu di angka 10,00.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital