Sabtu, 8 Agustus 2026
Agama  

MQK Ajang Menjaga Nilai-nilai Keagamaan

PALU EKSPRES, PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, hari ini Senin 25 September 2017, secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Sulteng. Kegiatan tersebut merupakan perlombaan bagi para santri pondok pesantren (ponpes), dalam membaca dan memahami kitab-kitab kuning (kitab berbahasa Arab, bertulisan tanpa harakat-red).

Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Kiflin Padjala menyebutkan, lomba tingkat provinsi ini, merupakan tahapan dari MQK tingkat nasional, yang akan diadakan di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah, pada akhir November 2017 mendatang.

“Lomba ini adalah lomba membaca kitab kuning, sebagai salah satu referensi ilmu pengetahuan agama Islam. Bagaimana kita memahami ajaran Islam, itu salah satu yang dibaca adalah kitab kuning. Jadi, bukan hanya Alquran yang kita Musabaqah-kan, dan yang terlibat seluruhnya merupakan santri pondok pesantren,” ujar Kiflin, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Kegiatan ini menurut Kiflin, dapat menjadi salah satu jalan untuk melestarikan nilai-nilai ajaran Islam, yang terkandung dalam kitab-kitab kuning, yang merupakan karya dari para ulama Islam. Hal ini lanjutnya, juga untuk mencegah adanya oknum-oknum tertentu, yang ingin mengubah atau membuang sebagian isi kitab tersebut, sehingga dapat mengubah makna sesungguhnya.

“Inilah salah satu upaya kita, untuk menjaga nilai-nilai ajaran agama, terutama kitab-kitab fikih yang menjadi pegangan kita dalam beribadah, serta berbangsa dan bernegara. Melalui ini, kitab-kitab tua dan pernah ditulis oleh ulama-ulama terdahulu, bisa terjaga keasliannya, jangan sampai ada orang-orang tertentu yang membuang sebagian isi kitab, sehingga mengubah makna sesungguhnya,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat lebih memasyarakatkan kitab kuning, atau pondok pesantren secara umum. “Apalagi sekarang ini, kita sedang menggalakkan dan mensosialisasikan, program ‘Ayo ke Pondok’ dan ‘Mari Membaca Kitab Kuning’ kepada masyarakat, untuk bagaimana dapat mencintai pondok,” imbuhnya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Wisma Alam Raya tersebut, selain membaca kitab kuning, para peserta yang berjumlah 81 orang, juga akan berlomba menerjemahkan serta menafsirkan kitab-kitab kuning.

“Di kegiatan ini, tidak hanya sekadar lomba membaca tetapi juga menerjemahkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Arab, serta bagaimana para peserta mengelaborasi, menafsirkan, atau memahami secara luas pemahaman isi kitab tadi. Kemudian mereka juga berpidato bahasa Inggris dan Arab, dengan tema yang terdapat dalam kitab-kitab tersebut,” pungkas Kiflin.

(abr/Palu Ekapres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital