Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Pemprov Ubah Nomenklatur Penerimaan Daerah

PALU EKSPRES, PALU – Sekertaris Daerah Provinsi (sekdaprov) Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate membuka sekaligus memimpin rapat koordinasi perubahan tarif dan penyesuaian nomenklatur retribusi daerah, Jumat 6 Oktober 2017 di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng.

Hidayat membacakan sambutan Gubernur Sulteng menjelaskan, sumber pendapatan daerah terdiri dari pendapatan asli daerah dan pendapatan transfer. Pendapatan asli daerah terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain lain PAD yang sah. Sebagai daerah otonom, Sulteng diberi kewenangan untuk mengatur dan mengelola daerahnya sendiri sesuai dengan karakteristik yang dimilikinya.

Setiap daerah termasuk Sulteng selalu berharap agar dalam melakukan pembiayaan pembangunan daerah, sepenuhnya dibiayai oleh hasil pendapatan asli daerahnya sendiri.

Oleh karena itu, daerah diberi kebebasan untuk menggali lebih banyak sumber-sumber potensi yang dimiliki oleh daerah baik dari segi pajak maupun retribusi daerah. Seiring dengan ditetapkannya undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, dimana terdapat beberapa kewenangan pemungutan retribusi daerah, yang semula menjadi kewenangan kabupaten kota dialihkan menjadi kewenangan provinsi begitupun sebaliknya, diantaranya pengelolaan terminal type b, pelaksanaan metrologi legal berupa tera, tera ulang, hal ini tentu saja menyebabkan adanya pengalihan status kepemilikan aset pemerintah daerah.

Selain itu, adanya perluasan objek retribusi daerah yang belum terakomodir sepenuhnya dalam peraturan daerah tentang retribusi daerah. Serta berdasarkan hasil evaluasi dengan kementrian dalam negeri, terdapat beberapa objek retribusi jasa usaha yang berbentuk sewa, tidak lagi dijadikan sebagai objek retribusi jasa usaha. Misalnya sewa barang milik daerah yang biaya operasionalnya lebih besar ditanggung oleh pihak ketiga.

Perubahan sebagaimana dimaksud, tentu akan berdampak pada perubahan nomenklatur retribusi daerah pada batang tubuh anggaran pendapatan dan belanja daerah. Meskipun Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha, telah mengalami perubahan dengan peraturan daerah nomor 9 tahun 2016, tetapi masih banyak tarif retribusi yang ada masih mengikuti tarif yang lama.

Hal ini berpengaruh pada pencapaian realisasi penerimaan setiap bulan. Banyak organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan daerah realisasi penerimanya tidak dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini kata Hidayat tentu saja mempengaruhi peningkatan penerimaan pendapatan asli daerah setiap tahunnya.

Peningkatan target retribusi daerah yang cukup signifikan, mendorong kita berpikir lebih jauh tentang langkah-langkah strategik dan upaya-upaya apa saja yang harus kita lakukan, agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai “Agar tahun-tahun berikutnya Sulteng telah mandiri, mampu membiayai sendiri pembangunannya tanpa berharap pada pendapatan transfer yang berasal dari pemerintah pusat,”jelasnya.

Dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengikuti rapat koordinasi diasumsikan, target PAD akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sehingga hal itu akan mempengaruhi kenaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang akan digunakan untuk membiayai program-program pemerintah daerah.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital