Selasa, 11 Agustus 2026

Kearifan Pemimpin dan Rakyat

HARI-HARI ini polemik tentang hate speech atau ujaran kebencian menyeruak dalam ruang publik. Polemik dipicu oleh surat edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Kapolri bernomor SE/6/X/ 2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau Hate Speech. Pokok isi SE mengatur bahwa setiap orang yang melakukan ujaran kebencian dapat diproses/ditindak secara hukum.

Pro-kontra penerbitan SE tersebut tak dapat dihindari. Pihak yang kontra menilai SE merupakan upaya rezim untuk membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi di ruang publik. Umumnya pihak yang kontra mengaitkan dengan upaya pemerintah untuk melindungi kekuasaan dan meredakan kritik publik yang kian kuat atas pelbagai permasalahan yang mendera bangsa dan tak kunjungi tertangani secara efektif.

Sebaliknya, pihak yang pro menilai SE tersebut merupakan upaya penegak hukum dan pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan ruang publik untuk menebar kebencian (fitnah, kata-kata kotor, serapah, dan sebagainya) yang dapat memicu lahirnya tindak kekerasan, konflik komunal, dan ihwal yang mengoyak rasa kebangsaan. SE berlaku untuk siapa saja warga negara yang merasa dirugikan dan utamanya diberlakukan di daerah-daerah rawan konflik.

Penulis termasuk yang memberi catatan lahirnya SE ini agar jangan sampai menjadi alat (disalahgunakan) untuk memasung demokrasi dan kebebasan rakyat untuk berpendapat. Betapapun dalam kacamata positif tentu kita tidak setuju dan tidak membenarkan setiap ujaran kebencian.
Jangan sampai lahirnya SE ini memunculkan kesan bahwa pemerintah sedang mencari cara untuk membungkam kritisisme rakyat seperti kesan kuat yang pernah muncul dulu saat pemerintah berencana menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden.

Jika itu yang terjadi, ada yang perlu diingatkan kembali tentang hakikat kepemimpinan karena pemimpin adalah tempatnya berkeluh kesah, menuntut, mengkritik, bahkan ketaksukaan yang harus dijawab dengan kinerja dan pelayanan. Apalagi, dalam kondisi ekonomi yang sulit saat ini, berkelindan dengan kebijakan pemerintah yang dipersepsi justru menambah beban masyarakat sehingga kritisisme publik adalah hal yang lumrah.

Kearifan Pemimpin
PEMIMPIN dalam kepolitikan yang demokratis hanyalah bermakna primus interpares (satu yang terpilih di antara seluruh rakyat). Pemimpin hanyalah orang yang kebetulan mendapatkan suara terbanyak dibandingkan kompetitor dalam sebuah kontestasi pemilihan. Pemimpin di sini tentu bukan hanya Presiden-Wapres, tapi juga pejabat publik lainnya termasuk kepala daerah, DPR, DPD, DPRD, dan sebagainya.

Mengingat ia dipilih rakyat dan tidak semua rakyat memilihnya, tentu tidak dapat dihindari ada kelompok kritis, kelompok oposisi, bahkan kelompok yang tidak suka (haters). Pun, bagi para pendukung (supporters) ia tetap harus menunggu (wait and see) realisasi janji-janji semasa kampanye dan profesionalitasnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa. Supporters pun bisa saja berbalik menjadi haters -atau sekurang-kurangnya kecewa- pada pemimpin pilihannya akibat kebijakannya yang dinilai tidak benar dan merugikan rakyat.

Kegagalan dalam menangkap esensi kepemimpinan ini acapkali menjerumuskan pemimpin dalam sifat hipokrit dalam segenap kebijakannya. Bukan merespons positif segala bentuk kritisisme publik -termasuk yang terekspresi dalam bentuk kekecewaan, bahkan kemarahan- tapi justru berusaha membungkamnya atau menakut-nakuti rakyatnya. Akibatnya terjadi relasi yang tidak kondusif dalam perspektif demokratisasi antara pemimpin dan rakyatnya.

Seorang pemimpin dan pejabat publik seyogianya mengedepankan kearifan dalam memimpin karena esensi kepemimpinan adalah keteladanan dan pelayanan. Ia tak akan mudah tersinggung, apalagi mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif bagi rakyat yang dipimpinnya. Bahwa ia mengampu kewenangan untuk mengatur dan mengurus hal itu harus diarahkan semata-mata untuk kepentingan nasional, bukan kepentingan kekuasaan.

Di sinilah, SE Penanganan Ujaran Kebencian itu harus diletakkan. Ia semata-mata dimaksudkan untuk mewujudkan tatanan sosial yang lebih baik dan kondusif, mendorong karakter bangsa yang positif, serta dalam menjaga nasionalisme Indonesia yang makin produktif. Ia harus mampu menumbuhkan kesadaran kewargaan (citizenship) yang bertanggung jawab, yang tidak hanya didorong melalui pendekatan represif (hukum), tapi jauh lebih efektif melalui pendekatan preventif dan persuasif (melalui edukasi dan lainnya).

Untuk itu, keteladanan pertama-tama harus ditunjukkan oleh para elite dan pemimpin melalui kata dan kebijakannya. Jangan sampai pemimpin justru mengeluarkan kebijakan yang memicu ”kebencian” di kalangan rakyat.

Kearifan Rakyat
SEBALIKNYA, rakyat juga harus memiliki kearifan sebagai sebuah bangsa. Jangan mudah mengumbar ujaran kebencian, kata-kata kasar, kotor, umpatan di ruang publik karena kita adalah (cermin) apa yang kita katakan dan lakukan. Bagaimana mungkin bangsa ini bisa tumbuh menjadi hebat jika pikiran, ucapan, dan perilaku kita dijejali dengan ihwal negatif dan kebencian.

Betapapun kita berbeda pandangan, kita tidak suka, bahkan kita kecewa terhadap siapa pun terlebih kepada elite dan pemimpin, sampaikan itu dengan baik dan elegan, dengan mengemukakan data dan fakta yang sahih sehingga dapat membuka mata dan mencerdaskan publik. Di sisi lain, kita juga harus mengapresiasi dan mendukung kebijakan pemerintah/pemimpin yang positif bagi kesejahteraan rakyat. Lebih dari itu, kita harus aktif mendorong dan mempromosikan kebijakan negara yang makin berkualitas dan prorakyat.

Kita butuh kelompok kritis dan masyarakat penagih janji yang tumbuh mempersamai demokrasi karena dari sana akan lahir relasi pemerintah dan rakyat yang makin akuntabel. Para pemimpin harus menangkap esensi ini sehingga semakin arif dalam merespons dinamika masyarakat dan tidak gegabah dalam menjalankan kebijakan yang setback demokrasi. Tentu kita semua berharap itu tidak terjadi.***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization