Minggu, 9 Agustus 2026

Lelang 20 Menit, Lukisan Leonardo da Vinci Laku Rp 6 Triliun!

PALUEKSPRES, NEW YORK – Lukisan Kristus berusia 500 tahun yang diyakini dilukis oleh Leonardo da Vinci laku keras di New York, Amerika Serikat. Harganya luar biasa. Yaitu USD 450 juta atau setara Rp 6 triliun! Berlabel ‘Salvator Mundi’ (Juru Selamat Dunia), tercatat dengan harga paling tinggi untuk sebuah karya seni yang dijual di dunia.

Dilelang di Balai Lelang Christie, Salvator Mundi diperkirakan dilukis setelah tahun 1505 oleh Da Vinci yang meninggal pada 1519. Penawaran dimulai dari USD100 juta dan berakhir di angka USD 400 juta. Plus biaya-biaya lain, pemenang lelang harus membayar USD 450,3 juta. Fantastis. Namun, meski harganya selangit, proses lelang berlangsung cepat. Hanya 20 menit, lelang yang berlangsung seru itu berakhir dengan ketukan palu.

Lukisan itu menunjukkan sosok Kristus dengan satu tangan terangkat dan yang lain memegang bola kaca. Pada tahun 1958 lukisan itu dijual di rumah lelang di London dengan harga hanya GBP 45 (Rp 800 ribu). Saat itu, lukisan itu diklaim, dibikin oleh penggemar Da Vinci dan bukan karya asli Da Vinci.

Namun, setelah melewati serangkaian penelitian, lukisan itu dipastikan sebagai lukisan Da Vinci. Dan, ketika Salvator Mundi muncul kembali pada tahun 2005, dunia melabelinya sebagai Leonardo yang Hilang.

Setelah tur singkat keliling dunia dengan pemberhentian di Hongkong, San Francisco, dan London, lukisan itu pun dilelang. Karya tersebut diyakini hanya satu dari 20 lukisan Da Vinci yang dibikin sekitar tahun 1500 dengan menggunakan teknik layering yang sangat rumit. Saking rumitnya, butuh waktu tahunan untuk menyelesaikan satu lukisan.

Di antara lukisan dongeng Da Vinci yang juga seorang penemu yang brilian, Perjamuan Terakhir (The Last Supper) dan Mona Lisa, ”Ini adalah lukisan suci. Beberapa orang menyebutnya Mona Lisa laki-laki,” kata Francois de Poortere, kepala departemen Old Masters di Balai Lelang Christie kepada USA TODAY.

Lukisan itu dijual orang kepercayaan miliarder Rusia Dmitry E Rybolovlev. Dilaporkan kalau keluarga kaya raya itu membelinya dalam penjualan pribadi pada Mei 2013 seharga USD 127,5 juta (setara Rp 2,3 triliun). Lukisan itu pernah menjadi menjadi milik Raja Charles I dari Inggris pada tahun 1500-an.

(JAWAPOS/AFP/USAtoday/BBC/ce1/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital