Rabu, 12 Agustus 2026

Ketersediaan Pangan dan Akuakultur Modern

TAHUN 2011 penduduk dunia mencapai 7 milyar jiwa dan diprediksi menjadi 11 milyar di tahun 2050. Salah satu konsekwensi  yang akan dihadapi masyarakat dunia adalah bagaimana menyediakan pangan termasuk ikan secara cukup,  aman dikonsumsi dan diproduksi dengan cara yang  tidak merusak lingkungan. Produksi ikan dunia di tahun 2013  sekitar 190 juta ton yang bersumber dari perikanan tangkap sebesar 95 juta ton dan seimbang dengan kontribusi dari perikanan budidaya yang juga sekitar 95 juta ton.

Lima  tahun terakhir trend produksi perikanan tangkap dunia cenderung stagnan akibat sumberdaya ikan semakin terbatas, sedangkan perikanan budidaya bertumbuh dengan cepat.  Karena itu ke depan pemenuhan kebutuhan ikan lebih bertumpu dari  pengembangan  perikanan budidaya.  Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Norwegia, Jepang dan beberapa negara lainnya telah dan sedang mengembangkan teknologi perikanan budidaya yang lebih  terukur dan ramah lingkungan.

Konsumsi Ikan
SEJUMLAH negara terus mengkampanyekan pentingnya meningkatkan konsumsi makan ikan, karena terbukti tingkat konsumsi ikan yang tinggi melahirkan masyarakat yang cerdas, kuat, sehat dan berumur panjang.  Tingkat konsumsi ikan yang ideal adalah sekitar 60 kg/kapita/ tahun dan sejumlah negara telah melampaui angka itu seperti Malaysia sekitar 70 kg, bahkan beberapa negara seperti Jepang, Norwegia  dan Islandia sudah di atas 100 kg/kapita/tahun.

Tingginya konsumsi ikan masyarakat Jepang (140 kg/kapita/tahun) berkorelasi dengan usia harapan hidup masyarakatnya dan tercatat usia harapan hidup pria Jepang mencapai 78 tahun dan perempuannya 85 tahun, sedangkan Indonesia usia harapan hidupnya baru  sekitar 60 tahun.

Tingkat  konsumsi ikan dunia  di tahun 2014 sekitar 15 kg/kapita/tahun, Nasional baru mencapai  38 kg  dan regional Sulawesi Tengah sedikit lebih tinggi kurang lebih 44 kg, masih terpaut jauh dari kebutuhan ideal sebesar 60 kg/kapita/tahun.  Besarnya perbedaan ini tentunya menjadi peluang untuk pengembangan bisnis perikanan budidaya yang lebih  terukur dan ramah lingkungan dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan, membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi wilayah.

Akuakultur  Modern
BUDIDAYA perikanan (akuakultur) modern adalah konsep produksi ikan yang predictible (dapat diprediksi),  tidak memerlukan  lahan luas, produktifitas lebih tinggi, ongkos produksi yang lebih murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding dengan akuakultur konvensional. Untuk  itu maka ada empat variabel budidaya yang harus di intensifkan yaitu penggunaan benih yang bermutu; penggunaan pakan dan Program pemberian yang sesuai; mampu mengendalikan Phatogen penyebab penyakit ; mampu mengoptimalkan lingkungan budidaya.  Keempat variabel ini harus di atur dan dikendalikan dalam satu manajemen yang tersistem atau manajemen modern.

Berdasarkan padat penebaran, maka teknologi akuakultur dibagi menjadi empat kategori yaitu (1) teknologi sederhana; (2) teknologi semi intensif; (3) teknologi intensif; dan (4) teknologi supra intensif.  Selanjutnya berdasarkan pendekatan ekosistem dan lingkungan maka teknologi akuakultur pada wadah tertutup (kolam dan tambak)  dibagi juga menjadi empat kategori yaitu  teknologi (1) Heterotroph; (2) Phytoheterotroph; (3) Flowhtrough; dan (4) Recirculation.

Teknologi Heterotroph lebih kepada menggunakan bakteri yang positif (probiotik)  dan mampu menguraikan bahan organik berupa kotoran ikan sehingga tidak menjadi racun bahkan sebahagian menjadi makanan buat ikan dan biasa disebut konsep bioflog.  Selanjutnya Phytoheterotroph merupakan teknologi kombinasi dari bioflog (probiotik) dan Phytoflankton, dan konsep ini  kini banyak digunakan dalam budidaya ikan maupun udang.

Teknologi budidaya Flowhtrough atau Resirkulasi terbuka adalah budidaya yang mengandalkan pergantian air secara rutin mencapai 20-30 persen per hari, dengan memasukkan air yang telah dipersiapkan sebelumnya kemudian membuangnya ke penampungan untuk ditreatmen sebelum dibuang ke alam.

Sedangkan teknologi Recirculation adalah dengan mendaur ulang air dari media akuakultur untuk dipergunakan kembali. Cara ini biasa disebut juga dengan teknologi daur ulang dan telah diimplementasikan di beberapa negara seperti Norwegia, Amerika, Australia dan Jepang.  Teknologi ini ke depan akan menjadi pilihan dalam rangka penyediaan protein dari ikan.

Implementasi
IMPLEMENTASI atau penerapan akuakultur Modern di Indonesia untuk skala bisnis sudah dimulakan namun belum seutuh dan sesempurnah dengan yang diterapkan di negara maju seperti Norwegia, Amerika, Australia dan Jepang.

Sulawesi Tengah telah memulai mengimplementasikan akuakultur Modern sejak tahun 2012 dengan meriplikasi beberapa teknologi seperti budidaya udang supra intensif dengan luas lahan 400 meter persegi ternyata mampu memproduksi udang rata-rata 6000 kg/musim tanam; budidaya bandeng super di tambak rakyat dengan teknologi segmentasi dapat meningkatkan produksi dari 500 kg menjadi 2000 kg/ha/musim tanam; dan budidaya integrasi antara padi dan ikan dapat meningkatkan produksi padi dan mendapatkan hasil tambahan berupa ikan yang sekaligus menyediakan protein ikan-ikan dan meningkatkan pendapatan.

Upaya yang telah dimulai ini tentunya terus dikembangkan dan disempurnakan, karena nya dukungan dari stakeholders termasuk akademisi, peneliti dan pelaku usaha serta masyarakat sangat dibutuhkan.  Harapan kita tentunya bagaimana membangun inovasi budidaya perikanan untuk Indonesia dari Sulteng dapat terwujud sejalan dengan visi Sejajar dengan Provinsi Maju di Timur Indonesia. Semoga.***

.                                                                                                       Hasanuddin ATJO, Kadis Kelautan

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization