Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Belanja Infrastruktur Morowali dan Morut Bermasalah

PALU EKSPRES, PALU – Hasil pemeriksaan BPK RI atas belanja modal infrastruktur Tahun Anggaran (TA) 2016 dan Tahun Anggaran 2017 (Hingga 30 November 2017) pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan Pemkab Morowali Utara (Morut) Tahun Anggaran (TA) 2016 dan Tahun Anggaran 2017 (Hingga 30 November 2017), dinilai bermasalah.

Hal itu terlihat pada pengelolaan belanja modal infrastruktur, pengendalian intern belum sepenuhnya dirancang dan dilaksanakan secara memadai. Selain itu, perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban kegiatan belanja tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Khabib Zaenuri mengatakan, kesimpulan BPK RI jika belanja modal infrastruktur TA 2016 dan 2017 belum sepenuhnya dirancang dan dilaksanakan secara memadai karena adanya permasalahan secara umum.

Rinciannya kata Khabib Zaenuri, pengendalian atas proses pengadaan barang/jasa dan pelaksanaan kegiatan/pekerjaan kontrak belum sepenuhnya efektif mencegah terjadinya penyimpangan.

Selanjutnya, harga perkiraan sendiri (HPS) belum disusun sesuai ketentuan, denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan konstruksi belum dikenakan, serta kelebihan pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan karena kekurangan volume pekerjaan konstruksi, pekerjaan tidak sesuai spesifikasi dan pemahalan harga atas kegiatan pekerjaan.

“Kelebihan pembayaran komponen biaya pekerjaan jasa konsultasi perencanaaan dan jasa konsultasi pengawasan dalam peleksanaan pekerjaan,” ujar Khabib Zaenuri dalam sambutannya pada penyerahan LHP dengan tujuan tertentu untuk empat kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (16/1/2018).

Sehingga BPK RI merekomendasikan atas temuan pemeriksaan berupa kelebihan pembayaran termasuk denda dengan jumlah sebesar Rp5.455.963.152. Rinciannya, Pemkab Morowali Utara Rp 3.038.363.401 serta Pemkab Morowali Rp2.417.599.751.

Untuk itu, sesuai ketentuan pasal 20 ayat (3) UU Nomor 15 Tahun 2004, pejabat wajib memberikan jawaban atau penjelasan tentang tindak lanjut atas rekomendasi BPK, dan disampaikan kepada BPK selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan diserahkan. UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, Pasal 8 ayat (2), menjelaskan bahwa tindak lanjut rekomendasi dimaksud disampikan secera tertulis oleh Gubernur/Walikota/Bupati.

”Karena tindak lanjut LHP TA 2017 harus diproses melalui sistem informasi pemantauan tindak lanjut (SIPTL), maka BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah sudah merencanakan sosialisasi SIPTL yang nanti akan diinformasikan kemudian kepada masing-masing pemerintah daerah,” ujarnya.

(fit/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital