Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Bawaslu Sulteng Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara

PALU EKSPRES, PALU – Sebagai salahsatu penyelenggara Pemilu, Bawaslu memiliki banyak pengalaman dalam mengawasi proses Pemilu. Bawaslu kerap mendapati penyelenggaraan berjalan tidak sehat akibat praktek politik uang dan politisasi sara yang dilakukan para peserta Pemilu.

Dalam pelaksanaannya, Pemilu masih disuguhi kecurangan. Pemilu sebagai pesta demokrasi pun belum bisa mengimplementasikan sistem demokrasi sesungguhnya. Politik uang adalah kecurangan Pemilu yang dilakukan kandidat maupun partai politik.

Kecurangan ini dinilai memaksa masyarakat memilih peserta yang melakukan politik uang. Dua subjek penyebab politik uang adalah peserta dan masyarakat. Ini dilakukan kandidat karena takut bersaing secara sehat.

Peserta, baik itu calon bupati maupun calon legislatif (Caleg), utamanya yang baru bersaing sangat berpotensi melakukan politik uang. Bahkan diyakini terus mencari bentuk lain serangan fajar. Bagi para calon incumbent maupun caleg yang pernah mencalonkan, dinilai pula tentu lebih ahli dalam melakukan politik uang.

Dan dipastikan akan melakukan hal yang sama ketika kembali maju dak pencalonan. Demikian hemat Kepala Sekretariat Bawaslu Sulteng, Anayanti Sofianita mengutarakan pengalaman Bawaslu Sulteng dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Rabu 14 Februari 2018 dalam laporan penyelenggaraan Deklarasi tolak politik uang dan politisasi sara pada Pilkada 2018 dan pemilihan legislatif 2019.

Ketidak percayaan masyarakat terhadap calon juga menjadi alasan terjadinya politik uang. Kondisi ini sebut Anayanti memberi efek negatif bagi para elit dengan cara menghamburkan uang dalam waktu sekejap. Sebiknya masyarakat pun tergiur kemudian memilih lantaran merasa punya hutang budi.

“Biasanya peserta tidak memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Lantas membuat program-program yang didalamnya terindikasi politik uang,”sebutnya. Sebab lain politik uang juga dipengaruhi rendahnya pengetahuan masyarakat akan politik. Termasuk tingginya angka kemiskinan.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital