Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sidang Terpadu Isbat Nikah, Jangan Dijadikan Alasan Pembenaran Nikah di Bawah Tangan

PALU EKSPRES, PALU – Sebanyak 150 pasangan yang belum memiliki buku nikah dari Kecamatan Marawola dan Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi, mengikuti sidang terpadu isbat nikah, Senin (26/2), di KUA Kecamatan Marawola.

Pelaksanaan sidang terpadu tersebut sebagai tindaklanjut penandatangan nota kesepakatan antara Kementerian Agama (Kemenag) Sigi, Pengadilan Agama Donggala serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sigi terkait pelaksanaan pelayanan sidang terpadu isbat nikah.

Kepala Kemenag Sigi As’ad mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai upaya membantu masyarakat di Sigi yang belum memiliki buku nikah, kartu keluarga dan identitas kependudukan.

“Ini menjadi penting karena dokumen kependudukan saling berkaitan antara satu dan lainnya,” ujar Kemenag Sigi.

Kemenag berpesan agar masyarakat jangan menjadikan sidang terpadu ini sebagai alasan pembenaran nikah di bawah tangan sehingga sengaja tidak mencatatkan pernikahan mereka di KUA.

“Sidang terpadu ini sesuai dengan regulasi hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang terkendala dalam pengurusan penerbitan buku nikah,” jelas Kemenag Sigi yang dibenarkan oleh Ketua Pengadilan Agama Donggala Andi Muhammad Tang dan Kadis Dukcapil Sigi Nahon Sango.

Pelaksanaan sidang terpadu isbat nikah kali ini tambahnya, disatukan di KUA Kecamatan Marawola yang diikuti 150 pasang yang dihadiri panitia Haul, pejabat Dukcapil Sigi serta saksi-saksi pasangan nikah.

Untuk diketahui, kegiatan sidang terpadu isbat nikah ini merupakan gagasan dari Habib Sholeh bin Muhammad Aljufri dan terselenggara atas kerjasama panitia Haul Habib Muhammad bin Idrus Aljufri dalam bentuk kegiatan sosial gratis.

Salah seorang keluarga pasangan sidang terpadu isbat nikah (Hamdin 47) mengatakan, berterima kasih kepada Alkhairaat dan panitia Haul karena sudah membantu pihak keluarganya yang sudah bertahun-tahun tidak memiliki buku nikah.

“Kalau boleh tahun depan ada lagi karena masih banyak warga yang belum punya buku nikah,” ungkapnya.

(humas)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital