Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Nih, 3 Solusi Pemprov soal Buaya Sungai Palu

PALU EKSPRES, PALU – Data jumlah populasi buaya di Sungai Palu masih simpang siur. Menurut data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng jumlahnya hanya 26 ekor, termasuk buaya berkalung ban.

Sementara informasi yang beredar di masyarakat jumlahnya kini mencapai ratusan ekor. Ini terungkap dalam rapat antara Seksapprov Sulteng, Hidayat Lamakarate dan pihak BKSDA Sulteng, Rabu 11 April 2018 si kantor Gubernur Sulteng.

“Berdasarkan data BKSDA sekitar 26 ekor buaya dewasa berada di Teluk Palu. Tapi berdasarkan informasi masyarakat sekitar 100 ekor buaya mulai dari yang kecil hingga berukuran besar telah hidup di sungai Palu. Keberadaan buaya tersebut sudah mengganggu ruang-ruang public yang di sekitar pesisir Teluk Palu,” kata Hidayat dalam pertemuan itu.

Namun begitu masalah buaya di Sungai dan Teluk Palu, khususnya yang berkalung ban mendapatkan perhatian serius Pemprov Sulteng. Buktinya adalah rapat tersebut.

Sekdaprov dalam rapat itu didampingi Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra, Bunga Elim Somba, Kepala Biro Humas dan Protokol, Moh. Haris serta pejabat terkait lainnya.

Inti dari rapat dimaksud, untuk mencari solusi terkait keberadaan buaya yang berdasarkan informasi pihak BKSDA Sulteng terdapat 21 – 26 ekor buaya dewasa berdasarkan identifikasi di lapangan.

Hidayat dalam kesempatan itu mengaku Pemprov Sulteng akan serius mengurus dan mencari solusi keberadaan buaya tersebut.

Tentu sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Ada tiga strategi menurut Hidayat yang bisa menjadi solusi permasalahan itu.

Pertama penangkaran wisata buaya, penangkaran industri dan membangun areal konservasi. Namun begitu, ketiga solusi kata Hidayat perlu dikaji secara teknis dan mencarikan solusi yang terbaik.

(*/humas) 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital