Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Krakatau Band Ngejamz Sekaligus Reuni di Makassar

PALU EKSPRRS, MAKASSAR – SIAPA tak kenal Gilang Ramadan, Indra Lesmana, Dwiki Dharmawan, Donny Zuhendra dan si burung Pipit Trie “ii” Utami.

Para musisi kawakan Indonesia ini akhirnya menyatu kembali di Krakatau Band, grup jazz yang pernah membesarkan nama mereka di era 80- 90 an.

Sabtu malam, 21 April 2018, mereka akan ngejamz bareng di Makassar dengan mengusung tajuk “Live Reunion Krakatau Band” bukti mereka hadir kembali di blantika musik Indonesia sebagai Krakatau Band, grup musik yang pernah ngehits di masanya.

Di Redaksi Harian Fajar, mereka pun membeberkan kerinduan mereka satu sama lain.

“Sebenarnya kami tak pecah, hanya jalan masing-masing saja,” ujar Ii, melempar senyum ke Gilang Ramadan yang duduk tepat di sebelahnya.

Di “Live Reunion Krakatau Band” mereka akan membawakan lagu baru di album Chaprter One. Ditambah sejumlah lagu lawas yang pernah hits.

“Mungkin sekitar 13 lagu, tapi kalau waktu memungkinkan bisa sampai 26 lagu,” kata Pra Budi.

Untuk kali pertama Krakatau mau membocorkan dua lagu di album Chapter Two yang baru akan dirilis. 2 lagu karya Tri Utami ini berjudul Senyawa dan Terumbu Karang.

Kata Gilang Ramadan itu bernuansa ekosistem. Mereka, memang membuat lagu bertema lingkungan hidup dengan warna musik yang segar.

“Di album kedua kita memang punya misi khusus,” kata Gilang.

Dan Donny, selaku leader memperdengarkan salah satu lagu baru mereka. ” Lagu ini pertama kali didengar orang luar. Saat rekaman pun kami betul-betul tertutup,” ujarnya.

Personel Krakatau berkumpul kembali setelah sekian lama masing-masing solo karier. Mereka berkumpul bukan hanya soal musik semata, namun juga bagaimana cara menyatukan kembali beberapa perasaan.

Hal ini juga membuat para personel mengajarkan bagaimana cara menghilangkan ego masing-masing. Tri Utami mengatakan, penampilannya di Makassar tetap dengan genre jaz pop.

“Kita bisa bareng lagi adalah satu tujuan, bukan semata hanya nyanyi dan manggung. Tapi untuk bagaimana kita bertemu kembali,” ucap mantan juri AFItersebut.

Mengenai konser yang diselenggarakan Creatio Project, Krakatau juga ingin menampilkan bagaimana memperlihatkan kepada penonton bahwa sekarang ada kedewasaan dalam bermain musik.

“Kami percaya pendengar masih rindu dengan Krakatau apalagi dengan penampilan pertama kalinya di Makassar,”tambahnya.

(Dewi Sartika/aaa)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital