Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Sejumlah Item Pekerjaan di OPD Sigi Bermasalah

PALU EKSPRES, SIGI – Panitia kerja (panja) DPRD Kabupaten Sigi yang membahas dan menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Tengah tahun 2016-2017, mengaku prihatin terhadap belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi di dua tahun berturut-turut tersebut.

Bagaimana tidak, dalam dokumen LHP BPK Sulteng itu, banyak pekerjaan fisik di sejumlah Organisasi Perangkat Daerahb(OPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi di tahun 2016-2017 yang ditemukan berbsgai permasalahan, sehingga menjadi temuan.

“Ya, banyak sekali pekerjaan fisik di sejumlah OPD yang tidak sesuai spek. Ada yang kekurangan volume alias kelebihan pembayaran, dan temuan lainnya,” kata Ketua Panja DPRD Sigi, Yusuf Edison SE kepada wartawan, Senin (30/4).

Lanjut dia katakan, kurang lebih sepekan pihaknya melakukan pembahasan atas rekomendasi dari LHP BPK perwakilan Sulteng tahun 2016-2017.

Dalam rekomendasi BPK perwakilan Sulteng tersebut, terdapat beberapa kelemahan pada OPD atas pelaksanaan program-program pembangunan dalam hal ini berkaitan dengan pengadaan maupun pekerjaan fisik.

“Mulai dari belum maksimalnya secara efektif penjaminan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan dalam pengendalian intern,” tegasnya.

Dia mencontohkan, seperti pembangunan tambatan perahu di Desa Tomado, Kecamatan Lindu. Pekerjaan yang berada di tubuh Dinas Perhubungan Sigi pada tahun 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp1,1 miliar lebih tersebut, terdapat tidak sesuai spesifikasi tekhnis atau jadi temuan sebesar Rp96 juta lebih.

“Parahnya lagi, ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilakukan, yakni pengadaan signage area di area toilet. Bahkan ada juga pekerjaan yang kelebihan pembayaran, yaitu signage room. Selain itu, juga berkaitan dengan pembangunan atau rehab berat beberapa Puskesmas di Sigi. Malasahnya juga serupa,” tuturnya.

Namun pihaknya tidak menerangkan secara detail berkaitan dengan item pekerjaan di sejumlah OPD yang menjadi temuan.

Olehnya, dia tambahkan, agar Pemkab Sigi segera mengembalikan kelebihan pembayaran yang telah dilakukan pada pihak ketiga (rekanan, red), serta memberikan denda pada pihak ketiga yang tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai target.

(mg2/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital