Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Piala Dunia Dan Fanatisme Irasional ?

Oleh : Muhd Nur Sangadji
(Guru Kecil di Untad)

 

SAYA sedang ada di Kota Ternate, ketika menyaksikan begitu eforianya penduduk kota ini menyambut perhelatan mondial, piala dunia sepakbola. Bendera berukuran sangat besar dari tim dunia yang sedang berlaga, berkibar di markas kelompok-kelompok masyarakat. Dia menjadi identitas sekalian kebanggaan komunitasnya. Umumnya, semuanya ini disediakan secara sukarela dan atau oleh inisiatif individu. Saya lalu bertanya, fanatisme apa yang menggerakkan mereka ?

Di sebelahnya, ada bendera partai dan foto kandidat gubernur, sudah lama terpasang. Tentu, tidak dengan biaya sukarela masyarakat secara kolektif. Pastilah ada yang menanggungnya. Kalau bukan negara, partai atau individu kandidat bersangkutan. Bendera dan kandidat ini pun memilah masyarakat ke dalam kelompok-kelompok. Saya terus bertanya, fanatisme apa juga yang menggerakan mereka..?

Malam hari ketika pertandingan bola akan dimulai, spot-spot kerumunan warga, muncul di mana-mana. Di area publik, jalan raya hingga lorong-lorong. Memanfaatkan in focus, layar televisi diformat menjadi layar lebar yang nyaman ditonton. Sesekali, terdengar teiakan sesal dan kecewa, berganti dengan teriakan gembira saat bola bersarang di jala lawan. Kegembiraan dan atau kekecewaan ini kemudian mengambil ruang lain untuk diekpresikan.

Barisan konvoi kendaraan bermotor yang muncul dari lorong dan gang, berjubel memenuhi jalan raya. Bergerak tanpa komando, menuju ke pusat kota. Mereka, lalu berputar hingga subuh tiba. Penginisiatifnya adalah pendukung tim yang memenangkan pertandingan. Namun, penggembiranya pastilah pihak yang lain. Persis seperti kontestasi politik yang penggeraknya adalah tim sukses. Peserta pawainya adalah orang yang sama , hanya berganti warna kaos.

Satu hal yang menggelisahkan adalah jatuhnya korban nyawa, berkali-kali dalam tradisi konvoi ini. Saya bertanya bingung sambil membatin. Apa sesungguhnya yang sedang terjadi dengan generasi kita ?

Pawai kemenangan pilkada, selalu karena digerakkan. Biasanya dengan dukungan logistik yang kuat. Minimal sebagai biaya bensin, aqua dan atau nasi bungkus. Tapi, pawai piala dunia, mustahil ada yang memasok logistik. Lantas, apa yang membuat generasi ini tergerak spontanitas. Tapi, mengapa harus jatuh korban jiwa, dan terjadi berkali-kali..? Mungkin Inilah fanatisme irasional itu.

Saya mendapat sedikit jawaban ketika ponakan saya yang masih SD tidak mau makan dan terus murung. Sebabnya ternyata karena tim kesayangannya kalah. Jadi, emosi ini telah hadir pada generasi paling belia. Karenanya saya berfikir, perlu temukan substansi sesungguhnya. Agar potensi besar generasi ini tidak hancur atau mati sia-sia.
Fanatisme adalah modal, tapi, fanatisme yang irasional itu, malapetaka. Maka, saatnya kita temukan konfergensi, mengubah fanatisme Irasional menjadi energi untuk membangun negeri. Wallahu a’lam..

(Email; mudrezas@yahoo.com/0811454282)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital