Minggu, 9 Agustus 2026

Setiap 20 Tahun Muncul Juara Baru Piala Dunia, Kroasia?

PALU EKSPRES , MOSCOW Timnas Kroasia butuh dua dekade untuk memperbaiki prestasi di Piala Dunia. Setelah era Davor Suker dkk menembus semifinal dan finis di posisi ketiga di PD 1998, kini dinasti Luka Modric cs sukses melenggang ke partai puncak dan minimal finis di posisi runner-up.
Kemenangan dengan skor 2-1 atas Inggris, Kamis (12/7) kemarin memang terasa emosional. Victory bagi Kroasia datang setelah melakoni extra-time buat yang ketiga kalinya sepanjang turnamen.
Dalam wawancara dengan ITV, Modric mengungkapkan uneg-uneg-nya. Apalagi jelang semifinal lawan Inggris, banyak pihak yang memandang enteng Kroasia. “Kami membuktikan satu hal yang sangat bertolak belakang dari yang dipikirkan orang-orang. Terutama jurnalis dan pundit Inggris yang mengatakan kami akan kelelahan akan tetapi omong kosong itu sama sekali tak terbukti,” tutur Modric.
Pemain 32 tahun itu membaca dari semua media yang ditemukannya kalau Kroasia akan fisik melemah dan Inggris yang akan melaju. Gara-gara itu Modric kemudian terlecut membuktikan kalau prediksi itu salah.
Bek Kroasia Sime Vrsaljko juga jengah dengan kabar kalau dirinya yang akan absen di laga semifinal kemarin. Vrsaljko diisukan absen karena mengalami cedera di lutut kiri ketika menghadapi Rusia di babak perempat final 8 Juli lalu.
“Saya kira mereka (media Inggris, red.) seharusnya lebih ramah dan menaruh respek kepada tim kami. Kini kami membuktikan siapa yang lolos ke final,” kata bek Atletico Madrid itu.
Jelang final ini muncul beberapa spekulasi tentang kans juara Kroasia di Piala Dunia ini. Four Four Two kemarin menuliskan ada alasan-alasan mengapa Kroasia punya peluang yang lebih besar dari Prancis.
Pertama yakni faktor kematangan skuat. Dibandingkan skuad Prancis yang didominasi pemain muda maka pasukan Kroasia jauh lebih siap. Prancis punya rata-rata usia 26,1 tahun. Sedangkan Kroasia 28 tahun.
Yang selanjutnya memang agak berbau utak-atik. Yakni lahirnya juara baru setiap 20 tahun sekali. Terhitung sejak 1958 di mana juara dunia adalah Brasil, maka per dua dekade akan muncul juara baru.
Setelah 1958, 20 tahun kemudian atau 1978 muncullah Argentina yang untuk pertama kalinya juara. Selanjutnya pada 1998, Prancis mengangkat trofi pertama kalinya di tanah sendiri.
“Tahun ini giliran kami. Kami sudah menantinya hampir sepanjang umur kami,” kata jurnalis Kroasia Davor Petrovic ketika diwawancara Four Four Two kemudian tertawa.
Di sisi lain, SB Nation kemarin menuliskan majunya Kroasia ke final Piala Dunia membuatnya sebagai negara dengan luas geografis terkecil kedua setelah Belanda yang bisa masuk partai puncak. Kroasia memiliki luas sekitar 56 ribu kilometer persegi. Dan Belanda 41 ribu kilometer persegi.
Dari rekam jejak negeri-negeri yang pernah masuk final Piala Dunia, maka Brasil adalah negara terluas yang melangkah ke partai puncak dan jadi juara. Brasil punya luas area mencapai sekitar tiga juta kilomemeter persegi.
(dra/jpnn/Palu Ekspres )
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital