Minggu, 9 Agustus 2026

Penginapan Dadakan Selama Musim Haji Istirahat Rp 10 Ribu, Menginap Rp 15 Ribu

PALU EKSPRES, BOYOLALI – Musim haji memang membawa berkah bagi banyak orang. Selain para pedagang, warga yang tinggal di sekitar asrama haji juga kecipratan rezeki.

Banyak warga yang membuat usaha baru selama musim haji tiba. Mulai dari parkir, toilet, hingga membuka penginapan. Seperti yang terlihat di kawasan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Usaha dadakan itu dijalankan warga hanya saat musim haji. Salah satu yang paling banyak dicari adalah penginapan. Baik penginapan yang disewakan selama satu malam atau sekadar untuk tempat beristirahat bagi para pengantar jamaah haji.


PKL: Suminah,35, saat melayani pembeli di sekitaran Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, Selasa (17/7/2018). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Tidak bisa dimungkiri, ribuan pengantar akan ikut datang ke asrama haji setiap kali musim haji. Mereka mengantar sekaligus berwisata ke Kota Solo. Yang paling ramai adalah pengantar dari daerah Pantai Utara atau Pantura. Seperti rembang, Tegal, Brebes, Pemalang, Batang. Para pengantar dari daerah tersebut biasanya datang dalam jumlah yang sangat banyak.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga menyewa bus pariwisata. Setelah selesai mengantarkan saudara atau tetangga yang berangkat haji, mereka tidak langsung kembali ke daerahnya. Melainkan akan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Nah, saat beristirahat inilah tentunya para pengantar membutuhkan tempat yang nyaman. Sehingga mereka bisa melepas lelah selama perjalanan. Untuk tempat beristirahat, para pengantar biasanya mencari rumah atau penginapan milik warga di sekitar Asrama Haji Donohudan.

Salah satu warga yang menyewakan rumahnya adalah Nanik Dwi Astuti,30. Dia mengaku rutin menyewakan rumah setiap musim haji. Bahkan, Nanik juga menyewakan rumah orang tuanya.

“Kalau rumah saya kapasitasnya kecil. Jadi kalau ada pengantar yang jumlahnya banyak jelas tidak muat. Makanya saya sewakan rumah orang tua juga,” terang Nanik kepada JawaPos.com, Rabu (18/7).

Untuk harga sewa, Nanik tidak mematok harga mahal. Satu orang tarifnya hanya Rp 10 ribu untuk sekadar beristirahat. Tetapi kalau ingin menginap harganya Rp 15 ribu.

“Fasilitasnya biasa, ada kipas angin, toilet, itu saja. Kalau satu bus sekitar Rp 600 ribu. Kalau jumlah pengantar yang paling ramai dari Pantura. Kalau selain itu sudah sepi,” kata perempuan yang tinggal di Brogo, Donohudan, Boyolali.

Warga lain yang menyewakan rumah yakni Siman, 65. Dia mengatakan, penginapan yang disediakannya memang tidaklah mahal. Siman tidak ingin sekadar mencari keuntungan dan memanfaatkan momen musim haji. Lebih dari itu, dia ingin membantu para pengantar agar bisa beristirahat.

“Kalau saya menyediakan penginapan untuk menolong. Termasuk menyewakan toilet ini juga untuk membantu. Jadi harganya ya murah,” ucap Siman.

(apl/JPC/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization